BNPB sesalkan warga manfaatkan bencana, tarif pelabuhan-bandara Lombok Rp 2 juta

PERISTIWA | 7 Agustus 2018 19:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepanikan wisatawan diguncang gempa saat berlibur di Lombok dimanfaatkan oleh segelintir warga. Mobil pribadi mereka dijadikan jasa transportasi dari pelabuhan ke bandara Lombok dengan mematok tarif yang fantastis, Rp 2 juta per mobil untuk sekali antar.

Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwonugroho membenarkan banyak laporan masuk terkait jasa transportasi dengan tarif fantastis tersebut saat proses evakuasi wisatawan di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.

"Saya dapat laporan masuk, kendaraan mereka warga lokal menjadi jasa mengantar dari pelabuhan ke Bandara Lombok, tapi ditarifkan Rp 2 juta per mobil," kata Sutopo di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

"Mereka memanfaatkan (momen), tarifnya itu tinggi, sehingga menjadi keluhan," kritik dia.

Saat ini ribuan wisatawan yang telah dievakuasi, diketahui berada di Lombok. Sebagian dari mereka langsung memesan penerbangan pulang, ketimbang mencari penginapan.

Bandara Lombok yang kebanjiran penumpang saat ini beroperasi penuh 24 jam. Penerbangan juga ditambah hingga capai 18 kali per hari.

"Bandara beroperasi normal, jadi banyak wisatawan pilih langsung pulang," Sutopo menyudahi.

Sebagai informasi, aksi serupa pernah dialami BNPB saat proses evakuasi wisatawan dalam insiden Gunung Agung. Memanfaatkan situasi bencana, jasa antar tersebut dipatok dengan harga selangit.

Reporter: Radityo
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
4.636 Wisatawan dan warga berhasil dievakuasi dari tiga Gili
Porak-poranda bangunan di Lombok usai dihantam gempa 7 SR
Seharian tertimpa reruntuhan gempa Lombok, seorang jemaah masjid ditemukan selamat
Gempa NTB, 60 mahasiswa UNS yang sedang KKN alami trauma berat
Bantu korban gempa Lombok, siswa di Medan galang bantuan
Pencarian korban gempa Lombok yang tertimpa reruntuhan masjid

(mdk/ded)