BNPT Sebut Atasi Teror Tak Bisa Sekadar Pembatasan Konten Negatif di Medsos

PERISTIWA | 16 November 2019 19:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris, mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyisiran terhadap situs yang membuat konten negatif. Biasanya, situs semacam ini mendorong seseorang melakukan aksi teror sendiri atau Lone wolf sejak 2014.

"Kita sisir tiap hari, gambar-gambar yang ada darah, bunuh diri, bagaimana ke Suriah. Itu lah yang kita laporkan ke Kominfo pada 2014," kata Irfan di Jakarta, Sabtu (16/11).

Namun, di Kominfo tahapannya tidak langsung diblokir terlebih dahulu. "Diberitahukan dulu adminnya, kalau tak ada perubahan baru ada teguran. Teguran ke sekian baru diblokir, tapi tak ditutup," tutur Irfan.

Meski demikian, menurut dia, langkah itu bukan satu-satunya solusi terbaik. Karena pasti akan ada yang membuat konten-konten negatif tersebut.

"Bisa melanggar Undang-Undang. Ada tahapan. Pornografi saja ditutup satu tumbuh seribu. Solusinya bukan pada membatasi, tapi pada bagaimana melakukan edukasi kepada teman-teman penggiat dunia maya agar ikut menyuarakan bagaimana kearifan lokal yang kita miliki, bagaimana kita saling menghargai," ungkap Irfan.

Baca juga:
Tren Teroris Dinilai Berubah, Alasannya Bukan Lagi Karena Ekonomi
BNPT: Tren Teroris Sekarang yang Terpengaruh Kuat Adalah Istri
BNPT Nilai ASN Terlibat Terorisme Fenomena Baru, Antarkementerian Harus Koordinasi
Posisi-posisi Strategis Ini Dulu Diisi Jenderal Bintang Dua Kini Tiga
Mantan Kepala BNPT Nilai Aksi Teroris di Medan Gagal
KemenPAN RB Gandeng BNPT Cegah ASN Terpapar Radikalisme
BNPT: Celana Cingkrang, Jenggot dan Cadar Bukan Ciri Terorisme

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT