Bobol mesin ATM di Gili Air, WN Bulgaria diciduk polisi

PERISTIWA | 16 Juli 2016 18:02 Reporter : Angga Yudha Pratomo

Merdeka.com - Anggota Polisi Resor Lombok Barat menangkap Yulee Stevanov Chekalarov (51), warga negara Bulgaria. Dia ditangkap karena diduga membobol mesin atm di kawasan wisata Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Polisi Resor Lombok Barat AKPB Wingky Adhityo, menjelaskan warga negara Bulgaria tersebut berhasil ditangkap di Pelabuhan Padang Bai, Bali, pada Kamis (14/7).

"Kami terlambat dua hari menerima laporan, tapi setelah dilakukan pemetaan dan mengambil keterangan saksi dan barang bukti, disimpulkan terduga pelaku pembobolan ATM mengarah ke warga negara Bulgaria itu," kata Wingky, kepada wartawan di Mataram, Sabtu (16/7).

Selain menangkap terduga pelaku, kata Wingky, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam. Dalam ponsel itu juga berisi pesan singkat diduga ada kaitan dengan tindak pidana. Selanjutnya mengamankan tiga buah rangkaian modul perangkat elektronik diduga digunakan untuk mentransfer dan mengisi baterai peralatan alat 'spy cam'.

Barang bukti lain disita berupa "hardisk" eksternal dengan memori 1 terra, modem wifi, USB on the go, paspor dan visa terduga pelaku, pinset, obeng dan kunci L.

"Barang bukti dan terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Lombok Barat," ujarnya.

Seperti diberitakan Antara. Modus dugaan pembobolan mesin ATM Bank Mandiri dan Bank BNI di Gili Air, kata dia, yakni pelaku memasang "skimmer" (alat pembaca untuk merekam kartu). Selain itu, memasang kamera tersembunyi untuk mengetahui PIN ATM korban.

Alat penyadap dipasang di mesin target (ATM Bank Mandiri dan Bank BNI) yang ada di kawasan wisata Gili Air.

Pelaku mulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat "skimmer dan spy cam" pada mulut "entry" tombol ATM.

Melalui alat "spy cam", pelaku menduplikasi data nomor pada kartu ATM dan pin korban menggunakan kartu magnet, kemudian terbentuklah kartu ATM baru seperti milik korban.

"Kasus ini masuk dalam kategori tindak pidana 'cyber crime' dan melanggar Pasal 47 sub 45 Undang-Undang RI Nomor 11/2008 tentang ITE jo Pasal 55 KUHPidana," kata Wingky.

Kasus penangkapan pelaku pembobolan mesin ATM di kawasan wisata tiga gili di Kabupaten Lombok Utara, sudah yang kedua kalinya.

Sebelumnya, Polres Lombok Barat berhasil menangkap dua warga Turki berinisial AZ dan VI yang diduga akan membobol mesin ATM di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara pada Juni 2016. (mdk/ang)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.