Bocah 5 Tahun di Tangerang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan

PERISTIWA | 16 Desember 2019 16:57 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Arsya Aditya alias Aca, warga jalan AMD Manunggal x RT 02 RW 02 Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menggegerkan warga sekitar. Kehebohan warga terjadi setelah bocah lima tahun itu ditemukan tewas di kamar kontrakan dihuninya, Senin (16/12).

Kapolsek Neglasari Kompol Robinson Manurung mengatakan, jenazah Aca ditemukan bersama ayahnya Ardiansyah di atas kasur dengan ceceran penuh darah.

"Benar korban anak atas nama AA alias Aca (5) tewas dengan luka tusuk di leher dan perut," kata Kompol Robinson Manurung.

1 dari 3 halaman

Jasad Ditemukan Kakek dan Ibu

Menurut dia, jasad bocah itu pertama kali diketahui sang Kakek yang datang ke rumah kontrakan bersama Ibu korban.

"Mulanya didatangi kakek korban dan Ibunya, namun setelah digedor-gedor rumah kontrakan tidak kunjung dibuka, sampai akhirnya didobrak dan menemukan korban Aca dan Ayahnya Ardiansyah tergeletak di atas kasur," ujar dia.

Dia menjelaskan, Aca pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Dia ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan sudah tak bernapas.

"Kami periksa ada empat luka tusuk pada tubuh korban Aca, tiga tusukan di leher dan satu di perut korban," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Diduga Bunuh Diri

Sementara Ardiansyah ditemukan di kasur dekat jasad putrinya. Polisi menduga Ardiansyah menghabisi putrinya lalu bunuh diri.

"Diduga AD (ayah korban) yang tergeletak di atas kasur tempat tidur dalam kontrakan, saat kami temukan dia terbaring dan sudah kritis," kata dia.

Dugaan pembunuhan disertai aksi bunuh diri itu setelah polisi menemukan luka tusuk di perut dan leher Ardiansyah. Keduanya saat ini masih dilakukan pemeriksaan di rumah sakit umum Tangerang.

"Kemudian terduga pelaku AD oleh mertuanya beserta warga setempat dibawa ke rumah sakit umum Tangerang untung pertolongan, dan korban ACA dibawa ke rumah sakit umum Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan luar dan dalam," kata dia.

3 dari 3 halaman

Pisah Ranjang

Dari keterangan diperoleh polisi antara Ardiansyah dan istrinya bernama Novi, sudah lama pisah ranjang. Sementara dari tempat kejadian, polisi menyita pisau stenlis, satu kain sprei berlumuran darah, satu unit handphone.

"Sudah tidak satu kontrakan, tinggal menunggu sidang (cerai). Bahwa korban sebelum kejadian sering berada di rumah kakeknya di daerah Selapajang Jaya Neglasari dan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019 sekira pukul 22.00 WIB korban dijemput oleh pelaku (AD) untuk diajak ke kontrakan," ujar dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Jasad Bayi Perempuan di Kolong Flyover Ciputat Ditemukan di Tumpukan Sampah
Soal Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Sebut Korban Tercebur ke Parit
Tubuh Marlis Hancur Lebur Usai Tersedot Mesin Penghancur Kayu
Polisi Gelar Prarekonstruksi Selidiki Kasus Balita Tanpa Kepala di Samarinda
Warga Bantu Polisi Cari Kepala Jasad Balita di Samarinda
Misteri Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda
Polisi Ambil Sampel DNA Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.