Bocah di Nunukan hilang saat berburu di hutan, kakeknya ditemukan tewas

Bocah di Nunukan hilang saat berburu di hutan, kakeknya ditemukan tewas
PERISTIWA | 21 Juli 2018 00:29 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Bayu, bocah laki-laki usia 9 tahun dilaporkan hilang di dalam hutan di Desa Labuk, Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, saat pergi memasang jerat untuk berburu. Tim Basarnas blusukan masuk ke hutan, mencari korban bersama warga dan kepolisian.

Bayu diketahui pergi bersama kakeknya, Putilik (60), memasuki hutan sekira pukul 08.00 WITA, Senin (16/7) pagi. Hingga sore hari, keduanya tak kunjung pulang. Keluarga khawatir, bergegas mencari ke dalam hutan.

Dalam pencarian, Putilik ditemukan tewas, sekira pukul 00.00 WITA, Selasa (17/7) dini hari. Namun, Bayu tidak terlihat. Dua jam kemudian, jasadnya dievakuasi ke rumah duka.

Hilangnya Bayu beredar di media sosial, dan kemudian terdengar hingga ke kepolisian dan Basarnas di Nunukan. Pencarian pun dilakukan. Hari ini, memasuki hari ketiga pencarian korban.

Tim bergerak hingga menelusuri hutan belantara, dengan berjalan kaki 5-10 kilometer. Areal pencarian cukup jauh luas. Untuk memudahkan pencarian, SAR dibagi menjadi dua tim, dimulai dari titik awal penemuan jasad kakek Putilik.

"Untuk pencarian korban, tim terbagi menjadi 2 tim. Ada tim darat, dan tim sungai," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Jumat (20/7) petang.

pencarian bocah hilang di hutan nunukan

Pencarian bocah hilang di hutan Nunukan ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Sekira pukul 15.00 WITA sore ini tadi, tim darat menemukan jejak kaki manusia. "Diperkirakan, jejak kaki itu adalah kaki korban. Tim terus menelusuri jejak kaki itu," ujar Octavianto.

Di sela penelusuran jejak kaki itu, tim juga mencium aroma tak sedap. Namun sayang, penelusuran jejak kaki dan aroma tak sedap itu, belum berbuah hasil. "Aroma tak sedap itu menghilang karena mungkin terbawa angin," ungkap Octavianto.

Beruntung, di tengah pencarian, sinyal selular masih bisa didapat meski hanya sesekali, dan sangat terbatas. Tim SAR membekali diri dengan telepon satelit untuk keperluan darurat. Sampai hari ketiga ini, pencarian belum berbuah hasil, dan dilanjutkan Sabtu (21/7) pagi. (mdk/bal)


Mau bakar sampah, Mamat temukan mayat perempuan mengambang di sungai
Warga Cengkareng ditemukan tewas di Sungai Tukad Mati Bali
Sudah 10 hari tak pulang, Yeni ditemukan tewas di selokan
Mayat wanita ditemukan warga Rokan Hulu dalam sumur
Hilang seharian, Gafar ditemukan tewas tersetrum di atap masjid
PNS di Kaltim tewas usai kepala dipukul palu oleh kuli bangunan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami