Bocah SD Tewas Tenggelam di Bekas Tambang Samarinda, Jadi Korban ke-35

PERISTIWA | 23 Juni 2019 20:46 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Ahmad Setiawan (10), bocah kelas IV SD di Samarinda, Kalimantan Timur ditemukan meninggal di kolam bekas tambang di kampung Pinang. Dia tewas tenggelam di kolam tanpa plang peringatan milik perusahaan tambang PT IBP. Tewasnya Ahmad menambah panjang daftar korban anak tewas di kolam bekas tambang jadi 35 anak.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur melansir, dari investigasi, jasad Ahmad ditemukan mengambang di kolam, Sabtu (22/5) sore kemarin, sekira pukul 18.00 WITA.

"Dua jam sebelumnya, sekira jam 04.30 sore, korban bersama teman-temannya, sempat bermain di pinggir kolam, usai mengaji. Lalu teman-teman korban pulang," kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, kepada merdeka.com, Minggu (23/6) malam.

Lantaran korban tidak kunjung pulang, keluarganya pun bergegas mencari. "Ada barang-barang milik korban di pinggir kolam. Setelah dicari, korban ditemukan meninggal di kolam," ujar Rupang.

Masih dari investigasi Jatam, selain kolam tempat ditemukannya korban, ada 2 kolam lainnya yang juga eks tambang batubara. "Dari pemetaan konsesi, itu kolam eks lahan tambang PT IBP site Pinang. Berjarak sekitar 500-an meter dari permukiman," sebut Rupang.

"Tidak ada plang peringatan, pagar pembatas, maupun sekuriti yang bertugas mengawasi kolam itu, agar tidak jadi arena bermain warga, terutama anak-anak," tegas Rupang.

Ahmad menjadi korban anak ke-35 yang meninggal di kolam eks tambang batubara di Kaltim. "Padahal, tanggal 20 Juni 2016, ada penandatanganan pakta integritas yang diikuti dan diteken 100-an perusahaan tambang, untuk komitmen menjaga lubang bekas tambang agar tidak menelan korban jiwa," ungkap Rupang.

Dia meminta Presiden Joko Widodo turun tangan agar ke depan tidak ada lagi anak-anak yang meninggal di kolam bekas tambang. Sebab, tidak ada keseriusan Gubernur untuk menindak perusahaan yang tidak mengindahkan kewajiban reklamasi, memasang plang peringatan, pagar pembatas, maupun menempatkan sekuriti di areal bekas tambang.

Baca juga:
Rezal Hilang Terseret Arus Pantai Pulau Gusung
Tiga Wisatawan Tewas Tertimpa Batu saat Berenang di Bawah Air Terjun
Kisah Heroik Seorang Ibu Selamatkan Dua Anaknya Saat Perahu Tenggelam
Hari ke 5, Tim SAR Bali Belum Temukan WN Amerika Serikat yang Hanyut di Bay Beach
Hilang Terseret Ombak di Bantul, Freya Ditemukan Tewas di Pantai Kulonprogo

(mdk/noe)