Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Pimpinan MPR Pertanyakan Program Deradikalisasi

PERISTIWA | 14 November 2019 13:24 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan menanggapi usulan evaluasi program deradikalisasi yang telah dilakukan pemerintah. Zulkifli justru mempertanyakan apa saja yang sudah dikerjakan program tersebut.

"Saya juga belum tahu tuh apa yang dilaksanakan," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Sebelumnya, usulan melakukan evaluasi program deradikalisasi disampaikan Ketua DPR Puan Maharani. Hal itu disampaikan lantaran bom bunuh diri kembali terjadi. Sasarannya, markas kepolisian di Medan.

Zulkifli menilai, kejadian bom bunuh diri itu merupakan kecolongan oleh pihak kepolisian. Sebab, sudah berulang kali terjadi. Tidak hanya di Mapolrestabes Medan, sebelumnya pernah terjadi di Surabaya. Sampai penyerangan terhadap mantan Menko Polhukam Wiranto.

"Saya kira kita beberapa kali kecolongan, nah tentu ini imbauan untuk aparat keamanan mulai dari pak Wiranto misalnya ini Polres di Sumatera Utara, Medan ini kejadian lagi saya kira itu warning, hati hati," kata Ketum PAN itu.

Zulkifli menilai, peristiwa ini membuktikan ada sebagian masyarakat yang tergolong keras dan radikal. Karena itu, dia meminta aparat intelijen bisa melakukan pemetaan.

"Berarti kan memang ada yang sebagian kecil masyarakat kita yang mungkin bersikap keras gitu boleh dikatakan radikal. Oleh karena itu saya kira jauh hari intelijen atau BIN aparat keamanan sudah bisa memetakan ini," ucapnya.

Baca juga:
4 Orang di Banten dan Jateng yang Ditangkap Polisi pernah Ikut Perang Suriah
Istri Pelaku Bom Bunuh Diri Medan Ditangkap di Jalan, Polisi Buru Guru Spiritual
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Ini Akar Masalah Tumbuhnya Radikalisme di RI
Polisi Amankan Mertua dan Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan
Bomber Polrestabes Medan Terpapar Radikal dari Istrinya
Warga Urus SKCK di Polrestabes Medan Membeludak, Polisi Perketat Pengamanan

(mdk/bal)