Bongkar Korupsi Air Bersih, Kejari Berau Kembalikan Uang Negara Rp11,9 Miliar

Bongkar Korupsi Air Bersih, Kejari Berau Kembalikan Uang Negara Rp11,9 Miliar
PERISTIWA | 18 Februari 2020 15:57 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Kejari Berau Kalimantan Timur mengeksekusi pengembalian uang ke negara, terkait pengungkapan kasus korupsi proyek penyediaan sarana air bersih perkotaan tahun anggaran 2006-2010, senilai Rp11,9 miliar. Proyek senilai Rp229 miliar itu, telah merugikan negara Rp45,3 miliar.

"Proyek multiyears ini dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau, dan disidik Jampidsus Kejaksaan Agung sejak 2016 lalu," kata Kepala Kejaksaan Negeri Berau Jufri dalam keterangan resmi di kantornya, Tanjung Redeb, Berau, Selasa (18/2).

Proyek tersebut terbagi dua tahap. Di mana pekerjaan tahap I Rp96 miliar, dan tahap II Rp133 miliar, yang bersumber dari APBD Kabupaten Berau, dengan catatan kerugian Rp45,3 miliar.

Perkara itu sebelumnya telah inkracht oleh Pengadilan Tipikor Samarinda pada Juli 2019 lalu, dengan nomor perkara: P/Pid.Sus-TPK/2019/PNSMR tanggal 11 Juni 2019. Dua orang menjadi terpidana, yakni Sutirto Bachrun sebagai kontraktor pelaksana, dan Cahyo Adi sebagai konsultan.

"Modusnya melakukan mark up atau kemahalan harga, dari pengadaan pipa penyediaan sarana air bersih perkotaan. Di mana terjadi persekongkolan dalam pengadaan antarrekanan, dan pihak berkompeten dalam lelang," ujar Jufri.

Jufri menjelaskan, Sutirto divonis 10 tahun penjara, disertai denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu juga diwajibkan bayar uang pengganti Rp33 miliar, yang apabila tidak dibayar maka diganti penjara selama 3 tahun. Sementara, terpidana Cahyo, divonis 3 tahun penjara dan membayar uang pengganti Rp312 juta usai vonis.

"Barang bukti yang dirampas seperti tanah di Berau, ruko dan tanah di Tenggarong (Kutai Kartanegara), serta di Kendal (Jawa Tengah). Dalam proses eksekusi, setelah dilelang, uang disetor ke kas negara," ungkap Jufri.

"Bahwa dalam perkara ini, kerugian negara Rp45 miliar. Dari Rp45 miliar itu berhasil diselamatkan Rp11,9 M. Dari kerugian negara, dikurangi yang berhasil diselamatkan, sisa Rp33 miliar lagi. Masyarakat yang tahu ada aset lain dari terpidana, atau harta benda terkait terpidana, bisa diinformasikan ke kami," demikian Jufri. (mdk/cob)

Baca juga:
Demokrat: Usulan Pansus Jiwasraya Kok Mandek?
Haris Azhar Sebut Buron Nurhadi Tinggal di Apartemen Mewah Kawasan Jakarta
Jaksa Tangkap Terpidana Korupsi Water Park Nias Selatan di Jakarta
Kasus Korupsi Jiwasraya, KPK Kembali Periksa Benny Tjokrosaputro
KPK Terima Berkas Laporan Dugaan Korupsi di Sumatera Utara
KPK Minta Maqdir Ismail Laporkan Keberadaan Buron Nurhadi
Rugikan Negara Rp 2,6 M, Eks Direktur PDAM Kabupaten Karawang Ditetapkan Tersangka

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami