Bongkar Percakapan Penyuap dan Penerima, Jaksa Beberkan Sandi Suap Proyek Meikarta

PERISTIWA | 30 Januari 2019 21:16 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Jaksa membongkar percakapan antara terdakwa Henry Jasmen dan Fitradjadja Purnama dengan Joseph Christopher Mailool yang diduga sebagai perantara Billy Sindoro. Ada beberapa kode yang diungkap dalam sidang lanjutan dugaan suap proyek Meikarta di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (30/1).

"Bahwa komunikasi antara pihak pemberi dan pihak penerima terkait pemberian uang kepada Neneng Hassanah Yasin (Bupati Bekasi) dan pihak-pihak Pemkab Bekasi menggunakan sandi komunikasi," kata jaksa KPK, Yadyn, saat membacakan surat dakwaan.

Percakapan mereka dalam aplikasi pesan Whatsapp ditampilkan oleh Jaksa. Sandi yang digunakan mereka adalah BIS, Santa, Bantul, Jogja, Fanta, LK hingga TB.

Bantul diakui Joseph merujuk pada daerah Cikarang. Sandi itu keluar pada pada Mei 2018. Saat itu, Fitradjaja diminta untuk menemui Billy Sindoro sebelum menuju Bantul (Cikarang).

Di singgung mengenai alasan penggunaan sandi tersebut, Joseph mengaku hanya ikut alur.

"Siapa yang menginisiasi sandi komunikasi ini?," tanya jaksa.

"Saya ikut-ikutan saja dengan Henry," jawab Joseph.

Sementara itu, kode BIS merujuk pada nama Billy Sindoro. Fanta merujuk kepada Fitradjadja, sementara Babe dimaksudkan untuk Billy, Bartholomeus Toto dan Ketut Budi Wijaya.

Jaksa kemudian menanyakan soal kode TB dan LK. Keduanya merujuk pada Bartholomeus Toto dan Lippo Karawaci. Sedangkan Santa merupakan istilah pengganti untuk kata bos.

Jaksa kemudian menanyakan siapa yang dimaksud dengan santa dalam percakapan tersebut. Namun, Joseph berkilah tidak mengingatnya.

"saya nggak inget pasti," jawab Joseph.

"Santa ini Billy? Apa benar?," tanya jaksa.

"Ya bisa jadi tergantung konteks," jawab Joseph lagi.

Dalam persidangan, jaksa dari KPK mengungkap 21 sandi dalam dugaan suap proyek Meikarta. Di antaranya, Babe/Santa/Bis: Billy Sindoro; Susi: Bupati Bekasi; Kakak Tertua: Fitradjaja Purnama; Jodi: Henry Jasmen P Sitohang; Si Kecil: Taryudi; Nani: Neneng Rahmi Nurlaili; Penyanyi: Sahat Maju Banjarnahor; Adiknya penyanyi: Asep Bukhori; Tina Toon: Tina Karini Suciati Santoso; Melvin: Jamaludin.

Bang Breh: Muhammad Kasimin; Pakde/Windu: Daryanto; Indi: Sukamawatty Karnahadijat; Meja kerja: Meikarta; Cengkareng: Cikarang; Indomie: Uang; Bantul: Pemkab Bekasi; Jogja: Pemprov Jawa Barat; Indeks: Bobot Pekerjaan; Dam: Dinas Pemadam Kebakaran; Del: Dinas Lingkungan Hidup.

Baca juga:
Jadi Saksi Sidang Meikarta, James Riady Belum Terlihat di PN Bandung
Mendagri Penuhi Panggilan KPK jadi Saksi Kasus Suap Meikarta
Mendagri Soal Minta Neneng Bantu Izin Meikarta: Itu Tugas Saya
Suap Meikarta, KPK Periksa Mendagri Tjahjo Kumolo
Meikarta Kucurkan Rp 1 M Pelicin Rekomendasi Proteksi Kebakaran ke Pemkab Bekasi
Di Sidang Kasus Suap Meikarta, Sekda Jabar Berkali-kali Bantah Terima Uang Rp 1 M
Pejabat Pemprov Jabar Simpan Uang Suap Meikarta Rp 950 Juta di Plafon Rumah

(mdk/gil)