Booming ojek online, ojek sepeda onthel makin di ujung tanduk

PERISTIWA | 3 Januari 2016 05:32 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Belakangan ini keberadaan ojek berbasis aplikasi online sedang booming di masyarakat Indonesia. Sejak awal kemunculannya, perseteruan dengan ojek pangkalan hingga penghasilan para pengemudi ojek online yang disebut fantastis selalu menjadi bahan berita.

Ojek online yang di motori GO-JEK seolah menjadi sebuah penemuan baru di bidang transportasi yang hari ini sangat digandrungi warga, terutama di Ibu Kota. Tarif yang murah, cepat serta mudah membuat transportasi ini menjadi alternatif di tengah buruknya moda transportasi yang tersedia.

Namun ojek online sempat dipersoalkan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan beberapa waktu lalu. Jonan menyebut ojek online ilegal sehingga harus dilarang keberadaannya.

Ojek sepeda di Tanjung Priok 2016 Merdeka.com/Muchlisa Choiriah

Jonan berkaca dari UU yang menyebut bahwa kendaraan roda dua buklan sarana transportasi umum. Meski motor roda dua legal, tetapi menjadi ilegal jika dijadikan sarana transportasi umum.

Namun apa yang disampaikan Jonan itu segara membuat publik geram. Jonan pun habis-habisan dikritik bahkan oleh Presiden Jokowi. Meski tidak terwadahi dalam aturan, bukan berarti keberadaan ojek online harus diberangus.

Namun di tengah perseteruan soal boleh tidaknya ojek online, ada ojek lain yang justru nasibnya kini berada di ujung tanduk. Meski sempat ngetrend di beberapa wilayag di Jakarta pada tahun 70 hingga 90an, ojek yang satu ini kini mulai dilupakan.

(mdk/hhw)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com