Bos PT Khrisna Alam Sejahtera Bantah Lakukan Penipuan Investasi Rp17 Miliar

PERISTIWA | 18 Juli 2019 22:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Bos PT Khrisna Alam Sejahtera, Alfarizi, membantah telah melakukan penipuan terhadap ribuan warga Klaten dengan kerjasama yang ia tawarkan. Menurut dia, proses perizinan yang lama terhadap usaha pengeringan obat herbal menjadi penyebab timbulnya permasalahan dengan para investor.

Pernyataan tersebut dikemukakan Alfarizi kepada polisi dan wartawan di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (18/7).

"Sebenarnya saya nggak bermaksud melakukan penipuan. Kita juga memproses dari akta notaris, perizinan dan hanya nunggu izin edar saja," ujarnya.

Menurut Alfarizi, akibat perizinan yang terlalu lama, mitra yang sudah terlanjur mengerjakan meminta imbalan seperti yang dijanjikan. Ia pun akhirnya menggunakan uang pendaftaran untuk melunasi gaji para mitra. Dengan harapan setelah izin edar keluar uang tersebut bisa diganti setelah obat herbal bisa dipasarkan.

"Untuk produknya belum bisa dipasarkan karena belum ada izin edarnya," terangnya.

Menurut pengakuannya, setiap mitra menyetor jumlah uang berbeda, dengan kelipatan Rp8 juta. Bahkan salah satu korban ada yang menyetor hingga sebanyak Rp650 juta. Mereka dijanjikan untuk membuat perusahaan yang sama dengan hasil yang melimpah. Alfarizi mengaku total warga yang menanamkan investasinya ada sekitar 1.600 orang.

Alfarizi juga mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan farms atau lainnya. Ia bahkan mengaku hanya lulusan SMA dan pernah mengikuti pelatihan peracikan obat. Uang miliaran rupiah yang disetorkan warga juga digunakan untuk membeli sejumlah mobil untuk operasional.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, menambahkan warga yang menyetor uang di awal, sempat mendapatkan gaji sesuai yang dijanjikan. Namun untuk investor yang menyetor belakangan, mereka tak ikut menikmati gaji.

"Setelah merasa mumet (pusing), kabur dia," katanya.

Lebih lanjut Kapolres menerangkan, dalam produksi obat herbal tersebut, bahan baku yang diserahkan ke mitra kerja dalam kondisi basah. Seminggu kemudian dikembalikan ke perusahaan dalam kondisi kering setelah dioven. Bahan yang sudah kering tersebut kemudian diberi air agar menjadi basah. Kemudian diberikan kepada mitra lainnya untuk dikeringkan.

"Lingkaran setan itu," katanya.

Kapolres menyampaikan, pada tahun 2017 tersangka pernah membuka usaha yang sama di Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan PT Sekar Jagad. Namun tahun 2019, kemudian pindah Klaten menggunakan nama PT Khrisna Alam Sejahtera.

Baca juga:
Tangkap Tersangka Kasus Investasi Bodong Polres Klaten Sita Uang Rp3,3 M
Polres Klaten Tangkap Alfarizi, Tersangka Kasus Investasi Bodong Senilai Rp17 M
Kapolres Janji Tangkap Penipu Investasi Obat Herbal Senilai Rp17 M di Klaten
Tertipu Investasi Obat Herbal, Ratusan Warga Geruduk Polres Klaten
Polda Bali Tahan 2 Tersangka Kasus Penipuan Bos Maspion
5 Fakta Terbaru dan Ciri-Ciri Investasi Bodong Diungkap OJK
Berikut Ciri-Ciri Investasi Bodong, OJK Minta Masyarakat Waspada

(mdk/lia)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com