Boyamin Saiman: Saya Konsisten, Harun Masiku Sudah Meninggal

Boyamin Saiman: Saya Konsisten, Harun Masiku Sudah Meninggal
PERISTIWA | 21 Juli 2020 12:05 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - KPK belum berhasil menangkap buronan suap pengurusan PAW, Harun Masiku. Sudah 7 bulan sejak ditetapkan DPO, Harun masih belum terendus keberadaannya.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi (MAKI), Boyamin Saiman merasa yakin, Harun sudah meninggal dunia. Meskipun, Boyamin meyakini hal tersebut hanya berdasarkan asumsi pribadi.

Penilaian itu, menyusul sudah hampir tujuh bulan sejak ditetapkan sebagai tersangka saat Januari, Harun bak menghilang tanpa jejak.

"Saya tetap konsisten bahwa Harun sudah meninggal karena sampai saat ini tidak ada bukti Harun masih hidup," ujar Boyamin saat dihubungi merdeka.com, Selasa (21/7).

Argumen itu, didasari hasil sayembara yang dilakukan MAKI untuk dua kasus suap terhadap tersangka Mantan Sekretaris Makamah Agung (MA) Nurhadi dan eks Caleg PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku.

Boyamin menjelaskan, selama empat bulan sayembara berlangsung, tak ada satupun informasi yang masuk ke pihaknya terkait keberadaan Harun Masiku, berbeda kondisinya dengan kasus Nurhadi.

"Saat sayembara dua HP iPhone 11 untuk Nurhadi dan Harun. Nah untuk Nurhadi tiap hari ada data masuk yang sangat valid dan akhirnya Nurhadi tertangkap KPK. Namun untuk Harun sama sekali tidak ada data masuk selama hampir 4 bulan sehingga aku putuskan dinyatakan meninggal karena bukti hidup tidak ada," jelasnya.

Sulitnya mengungkap kasus Harun, Boyamin menilai karena ada nuansa politik yang kuat dalam upaya membongkar kasus suap tersebut.

"KPK seperti tak mampu mencari bukti keberadaan Harun hidup atau mati. Karena ada tangan-tangan kuat yang melindunginya terkait dengan kepentingan politik kelompok-kelompok tertentu," katanya.

Baca Selanjutnya: KPK Perpanjang Cegah Harun Masiku...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami