BP2MI: 27 Pekerja Migran Indonesia Positif Covid-19 di Taiwan

BP2MI: 27 Pekerja Migran Indonesia Positif Covid-19 di Taiwan
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
NEWS | 20 November 2020 07:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sebanyak 27 pekerja migran Indonesia (PMI) terkonfirmasi positif Covid-19 di Taiwan. Saat ini, mereka masih menjalani masa karantina.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdhani mengatakan, saat ini seluruh PMI yang dinyatakan positif Covid-19 masih berada di Taiwan. Sebanyak 12 orang sudah terdeteksi identitas dan asal perusahaan, sementara 15 orang lagi masih diselidiki lagi asal usul perusahaannya.

"Saya mendapatkan kabar semalam, ada 27 PMI kita yang positif Covid-19. Mereka berasal dari 5 perusahaan penampungan PMI yang berbeda," ujarnya, saat melakukan sidak di Tangerang, Kamis (19/11).

Hingga saat ini BP2MI masih menyelidiki darimana PMI tersebut terinfeksi Covid-19. Apakah saat masih berada di Indonesia ataukah setelah mendarat dan beraktivitas di Taiwan.

"Kami masih menyelidiki dari mana mereka tertular apakah dari Indonesia apakah saat sudah di Taiwan," ujarnya.

Sebelumya, BP2MI melakukan sidak kelayakan dan protokol kesehatan di tempat penampungan pekerja migran Indonesia (PMI) PT Graha Ayukarsa, Jalan Iskandar Muda, Neglasari, Kota Tangerang, Kamis malam.

Sidak tersebut dilakukan untuk melihat penerapan protokol kesehatan Covid-19 di tempat penampungan PMI tersebut.

"Kita ingin melihat apakah segala prosedur protokol kesehatan Covid-19 di tempat penampungan PMI ini sudah sesuai atau belum," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

Dia juga mengatakan, rumah penampungan PMI memiliki potensi penyebaran Covid-19 lantaran adanya tempat berkerumun dan juga terdapat kegiatan yang dilakukan bersama-sama seperti pelatihan.

"Makanya kita cek di sini, apakah pakai masker, fasilitas cuci tangannya bagaimana, apakah menjaga jarak, lalu dilakukan test rutin atau tidak, jadi semua harus sesuai prosedur," kata Benny.

Dari sidak tersebut, lanjut Benny, pihaknya menemukan adanya 106 calon PMI yang tengah melakukan pelatihan di tempat tersebut. Terlihat, para calon PMI melakukan protokol kesehatan dengan baik.

"Saya tanya mereka (calon PMI), mereka di sini dapat fasilitas baik atau tidak, persoalan pemotongan gaji bagaimana, karena menurut aturan maksimal Rp 17 juta untuk pemotongan," jelasnya.

Dia juga berharap, pihak perusahaan penampungan PMI seluruhnya harus melakukan protokol kesehatan dengan baik agar menghindari adanya PMI yang terkena Covid-19.

Reporter: Pramita Tristiawati
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Keterisian Ruangan Pasien Covid-19 di RSHS Bandung Capai 90 Persen
Satgas Covid-19 Minta Provinsi dengan Kasus Tertinggi Lakukan Evaluasi 3T
5 Warga Megamendung Reaktif Covid-19 Usai Acara FPI Dihadiri Rizieq Syihab
Satgas Covid-19: Kasus Aktif di 319 Kabupaten/Kota di Bawah 50 Kasus
Satgas Minta Pemda Koordinasi dengan Pusat jika Ada Kendala Pelayanan Kesehatan
Pemilik dan 7 Pegawai Positif Covid, Warung Makan di Yogya Tutup Sementara

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini