BPBD Banyuwangi: Tidak Ada Pemadaman Kebakaran di Gunung Raung

PERISTIWA » BANYUWANGI | 5 Oktober 2019 23:31 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Sebanyak 13 survivor pendaki yang sempat terjebak dalam kebakaran di Gunung Raung, telah berhasil dievakuasi. Namun kobaran api masih terus menyala. Berdasarkan citra satelit dari LAPAN, hingga berita ini diturunkan, terdapat empat titik api (Hot spot) di Gunung Raung.

"Berdasarkan koordinatnya, semuanya ada di wilayah administratif Bondowoso," ujar Eka Muharam Suryadi, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Namun BPBD Banyuwangi memutuskan tidak melakukan upaya pemadaman terhadap kobaran api. Alasannya karena kobaran api diperkirakan tidak akan membahayakan atau merugikan warga dan medan yang cukup berat.

"Kita hanya pemantauan saja. Kalau sudah mendekati areal pertanian penduduk atau bahkan pemukiman warga, kita baru bersama-sama dengan otoritas melakukan upaya penyekatan agar terhenti aliran apinya, tidak meluas ke pemukiman penduduk," ujarnya.

Terkait dampak terhadap lingkungan, Eka memperkirakan kebakaran rumput ilalang tidak akan merusak alam. Malah justru bagus untuk kesuburan tanah jelang musim hujan. "Mungkin itu perlu kajian khusus. Tetapi sementara ini, kebakaran ilalang itu justru malah bagus karena bisa menjadi unsur hara yang menyuburkan tanah saat musim hujan," papar Eka.

Sikap berbeda ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Saat ini, tim gabungan Bondowoso sudah berada di lokasi kebakaran di kaki Gunung Raung untuk melakukan upaya pemadaman. Tim gabungan terdiri dari TRC (Tim Reaksi Cepat), Polsek Sumberwringin, Koramil Sumberwringin serta beberapa relawan seperti Trenggana dan Brigade Penolong. Di Bondowoso, lereng Gunung Raung secara administratif masuk wilayah Kecamatan Sumberwringin.

"Jalur pendakian ke Gunung Raung memang berangkat dari Kalibaru Wonorejo, Banyuwangi. Tetapi titik kebakaran ada di Pos 7 yang masuk wilayah administrasi Bondowoso," ujar Kukuh Triyatmoko, Kepala BPBD Bondowoso saat dikonfirmasi Merdeka.com.

Untuk menuju Puncak Raung, jika berangkat dari jalur Pos Wonorejo di Banyuwangi, setidaknya terdapat 13 Pos yang harus dilewati. "Pos 4 sampai Pos 13 masuk wilayah Bondowoso. Kemarin, posisi aman pendaki sebelum dievakuasi ada di pos 9," lanjut Kukuh.

Saat ini, upaya pemadaman api oleh tim gabungan Bondowoso, terkendala oleh beratnya medan. Karena itu, penggunaan alat berat tidak memungkinkan di lakukan. "Sehingga kita padamkan dengan upaya manual seperti memakai Gepyok, karung, tanah dan sebagainya," kata Kukuh.

Kondisi angin di sana menurut informasi yang diterima, tidak terlalu kencang sehingga bukan menjadi kendala. "Hanya masalah medan. Yang terbakar bukan pohon, tetapi tanaman jenis Perdu seperti ilalang dan rumput," pungkas Kukuh.

Gunung Raung yang merupakan gunung tertinggi ke empat di Jawa Timur, berada di persimpangan tiga kabupaten, yakni Bondowoso, Banyuwangi dan Jember.

Baca juga:
13 Pendaki Gunung Raung Terjebak Kebakaran Dievakuasi, 7 Merupakan Warga Singapura
13 Pendaki Terjebak Akibat Gunung Raung Terbakar Dievakuasi
10 Relawan Asal Jember Bantu Evakuasi Pendaki Terjebak di Gunung Raung Terbakar
Ini Identitas 7 WN Singapura dan 6 WNI yang Diduga Terjebak Kebakaran Gunung Raung
Hutan Gunung Raung Terbakar, 13 Pendaki Dikabarkan Terjebak
Jalur Pendakian Gunung Paling Ekstrem di Indonesia, Kanan Kiri Jurang

(mdk/fik)