BPIP akan Beri Penghargaan ke 74 Ikon Pancasila 2019

PERISTIWA | 19 Agustus 2019 10:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memulai rangkaian giat penghargaan 74 Ikon Pancasila tahun 2019. Aris Heru Utomo, Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP, mengatakan acara dimulai serentak pukul 09.00 WIB serentak di 13 titik yang tersebar di Kompleks Universitas Sebelas Maret (UNS).

"Jadi 74 penerima penghargaan ini akan menjadi narasumber seminar yang berkait kualifikasi keilmuan dan bidang mereka, disesuaikan dengan fakultas masing-masing," kata Aris di Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Senin (19/8).

Aris mengatakan, seminar ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Nantinya giat BPIP di Solo akan diakhiri dengan memberi penghargaan kepada 74 ikon Pancasila pada malam harini.

Acara tersebut akan dilangsungkan di lokasi paling ikonik saat ini di kota Solo, bernama De Tjolomadoe. Diketahui De Tjolomadoe adalah bekas bangunan pabrik gula yang berdiri sejak tahun 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV.

Lewat susunan acara diterima, malam nanti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Megawati Soekarnoputri, selalu dewan pengarah BPIP, juga direncanakan hadir. Namun begitu, keduanya belum dapat dipastikan karena masih memiliki agenda internalnya masing-masing.

"Belum konfirm tapi direncanakan hadir," Aris menandasi.

Berikut daftar lengkap 74 ikon penerima penghargaan sesuai dengan bidang keilmuan:

Science dan Inovasi:

Davyn Sudirdjo (Pencipta Aplikasi E-Tani)

Yuma Soerianto (Programmer)

Teuku Faisal Fathani (Penemu Mesin Deteksi Longsor)

Muhammad Toha (Pencipta Pesawat Nirawak)

Intan Suci Nurhati (Peneliti LIPI)

Hibar Syahrul Garfur (Penemu Sepatu Listrk Anti Pelecehan Seks)

Josaphat Tetuko (Penemu Radar Satelit Berbasis Microwave Remote Sensing)

Gusnardi Wiyoga (Juara Olimpiade Matematika Dunia)

Celestine Wenardy (Pengaggas Proyek Alat Glukoeter non-Invasif)

Agus Budiyono (Penerima 4 gelar bidang Aeronautika)

Anjas Pramono (Pembuat Aplikasi Difodeaf)

Aysa Aurelya (Penemu Obat Kanker Payudara)

Edi Arham (Guru di Wilayah Pedalaman Sultra)

Falasifah (Inovator Filterisasi Air)

Satriyani Widyawati (Edukasi Bidang Pancasila)

Yunina Resmi Pranata (Inovator Perisai Pancasila Berbasis Mikrokontroler)

Ai Tin Sumartini (Penerima Satya Lencana Pendidikan 2018 dari Presiden RI)

Olahraga:

Lalu M. Zohri (Atlet Lari)

Irene Kharisma (Pecatur)

Naila Novaranti (Atlet Terjun Payung)

Exa Raudina (Atlet Pesepeda)

Tibo Monabesa (Atlet Tinju)

Samantha Edithso (Atlet Catur)

Aries Susanti (Atlet Panjat Tebing)

Gabriel Edoway (Pesepak Bola)

Indra Sjafri (Pelatih Timnas Indonesia)

Seni Budaya dan Bidang Kreatif

Rafi Abdurrahman (Desainr Cilik Disabilitas)

Ary Sihasale dan Nia Zulkarnain (Sineas)

Yosep Anggi Noen (Sutradara Film)

Adi Putra (Sutradara Film)

Iwan Fals (Musisi)

Awwalur Rizqie (Youtuber)

Dian Erra Kumalasari (Desainer)

Michael Theodric (Fotografer cilik)

Livi Zhen (Sineas)

Ki Manteb Soedharsono (Dayang Wayang Kulit)

Didi Nini Thowok (Penari)

I Wayan Suteja

Erros Chandra (Gitaris)

Irawati Durban (Penari)

Marzuki Hasan (Seniman)

Christine Hakim (Aktris)

Toeti Heraty (Budayawan)

Addie MS (Komposer)

Teater Koma (Klub Seni)

Republik Sentilan Sentilun (Duo Komedi Satir)

Musthofa Bisri (Pemuka Agama)

Sosial Enterpeneur

Komunitas Adat Cirendeu (Komuniti di Jawa Barat yang dikenal dengan ketahanan pangan non-beras)

Budi Soehardi (Pendiri Yayasan Panti Asuhan Rosalin)

Agnes Barabara (Bidan di RSUD Digoel, Papua)

dr. Lo Siaw Ging (Dokter Sosiawan)

Bhikku Sri Pannavoro (Pemuka Agama)

Saur Marlina (Pendiri Sokola Rimba)

Tri Mumpuni (Tokoh Pengembang Kemandirian Masyarakat Terpencil)

Sayur Box (Perusahaan Perintis)

Nadiem Makarim (Gojek)

Puger Mulyono (Yayasan Lentera Surakarta)

Budi Laksono (Dosen)

Valencia Mieke Randa (Pendiri Blood For Life)

Komunitas Donor Mata Indonesia

Maksimus Masan (Penggerak Literasi)

Maria Loretha (Petani)

Habib Luthfi (Pemuka Agama)

Saparinah Sadli (Aktivis Perempuan)

Irfan Amalee (Peace Generation)

Sri Rossyanti dan Sri Irianingsih (Pejuang Pengentas Kebodohan dan Kemiskinan Kelompok Marjinal)

Angkie Yudisia (CEO Thisable Enterprise)

Redy Eko Prasetyo (Jaringan Kampung Nusantara)

Bripka Bastian Tuhuteru (Polisi)

Liana Christanty (Aktivis)

Pasebat Tri Panca tunggal (Komunitas Adat)

Eni Lestari (International Migrants Alliance)

Handaka Vijjanada (Ejipassiko Foundation)

Serka Darwis (TNI)

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:

Daftar 74 Penerima Penghargaan Pancasila 2019, Iwan Fals Hingga Nadiem Makarim

Guyonan-Guyonan Megawati, Sampai Ada yang Bikin Prabowo Beri Hormat

Cerita Mega Pertama Ditawari Pimpin BPIP, Sempat Kecewa dengan Usulan Jokowi

Megawati Protes Isu Gaji BPIP: Si Pramono Anung Pula Enggak Belain Saya

BPIP Nilai Razia Buku Bertentangan dengan Konstitusi

Romo Benny: Dibutuhkan Mental Pelayan Publik bukan Ndoro yang Dilayani

Cerita Mahfud MD Pendapatannya Menurun Setelah Jadi Anggota BPIP

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT