BPIP: Banyak ASN Tak Suka Pancasila

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 12:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Haryono mengatakan, dari beberapa hasil riset beberapa lembaga, banyak Aparatur Sipil Negara tak suka akan Pancasila.

Adapun ini disampaikannya usai memberikan pengarahan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Simpul Strategi Pembumian Pancasila yang digagas oleh Kemendagri.

"Pengarusutamaan Pancasila di lingkungan publik, termasuk di pemerintahan itu juga relatif kurang. Maka berdasarkan hasil riset beberapa lembaga, itu kan teman-teman di ASN itu banyak yang tidak suka dengan Pancasila," kata Haryono di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Rabu (16/10).

Dia menuturkan, salah satu pemicunya lantaran sejak 1998 sampai 2016, Pancasila tidak diwajibkan dalam pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

"Ini kan tantangan. Kan lucu kalau sebagai Aparatur Negara kemudian dia sendiri tidak setuju dengan Pancasila. Karena Pancasila sebagai sebuah dasar negara itu sudah final, tapi kalau Pancasila sebagai sebuah cita-cita bangsa itu belum final," ungkapnya.

Menurut Haryono, imbauan yang dilakukan oleh para menteri atau pejabat elitnya belum cukup membuat para ASN ini mengingat akan pentingnya Pancasila.

"Kalau sekedar ingatkan, kan enggak bisa. Kita ambil contoh saja, seleksi ASN yang melibatkan seleksi Pancasila kan baru tahun yang lalu. Tahun sebelumnya tidak ada tes yang berkaitan dengan Pancasila untuk wawasan kebangsaan," jelasnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, dalam proses seleksi jabatan dari eselon ke atas, belum ada prosesnya menggunakan wawasan kebangsaan.

"Sehingga, orang yang di eselon IV mau ke eselon III, apakah proses seleksinya melibatkan nilai-nilai Pancasila. Ini juga tantangan kita," tutur Haryono.

Selain itu, Haryono mengatakan, yang tak kalah penting adalah bagaimana kebijakan pemerintah khususnya pimpinan kelembagaan itu mengamalkan Pancasila.

"Sehingga perilaku yang koruptif, pelaku yang kolutif itu jelas bertentangan dengan Pancasila. Itu juga harus dihilangkan. Sehingga kita tidak hanya kritik terhadap luar, juga kritik terhadap dalam diri kita sendiri," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Arif Budimanta Luncurkan Buku Pancasilanomics, Mengupas Ekonomi Pancasila
Pancasila Tidak Cukup Bila Kesenjangan Masih Merajalela
Ubah Pancasila jadi 'Pancagila', Pemuda di Kalbar Diciduk Polisi
Jokowi Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila
'Tidak Mungkin Indonesia Dibangun Tanpa Pancasila'
Hari Kesaktian Pancasila dan Tragedi Pembunuhan Para Pahlawan Revolusi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.