BPIP: Menjaga Persatuan Membawa Kita Mencintai Segala Perbedaan

BPIP: Menjaga Persatuan Membawa Kita Mencintai Segala Perbedaan
PERISTIWA | 27 Februari 2020 17:56 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Salam kebangsaan sejatinya untuk mengokohkan persaudaraan dalam perbedaan. Rasa kebangsaan penting dimiliki untuk memperkuat keutuhan seluruh masyarakat agar tak mudah diadu domba.

"Karena sebenarnya ada yang namanya ruh Pancasila di dalam diri kita bangsa Indonesia dan perlu juga untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Karena itu untuk memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo dalam keterangannya, Kamis (27/2).

Lebih lanjut Romo Benny menyampaikan sila-sila dalam Pancasila bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Karena dari sila pertama hingga sila kelima satu kesatuan utuh dan tidak bisa dilihat secara parsial.

"Karena itu, ketika seseorang semakin mencintai Tuhannya maka harusnya dia menghormati martabat manusia dengan menjaga persatuan yang kemudian membawa kita mencintai Bhineka Tunggal Ika dan segala perbedaannya," tuturnya.

Menurutnya, untuk dapat mencintai Bhineka Tunggal Ika diperlukan musyawarah mufakat untuk mencari solusi terbaik. Karena ketika musyawarah mufakat itu tercipta, maka di situlah akan muncul keadilan.

"Adil itu bukan sama rasa, sama rata. Tapi adil itu adalah terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Masyarakat tanpa diskriminasi, hidupnya aman, tentram, damai, yang kebutuhan-kebutuhan dasarnya terpenuhi," jelasnya.

Romo Benny juga mengatakan bahwa semua itu bisa diwujudkan dengan melakukan gotong royong. Oleh karena itu salam Pancasila harus disosialisasikan agar bisa menjadi kesadaran bersama.

"Kita jadikan Pancasila menjadi cara bertindak, berpikir dan berelasi. Tentunya perilaku kita harusnya menjadi manusia yang memiliki nilai-nilai Pancasila itu dan menjadi manusia yang berbudi luhur," harapnya.

Menurutnya, tidak benar kemudian dikatakan salam Pancasila itu akan menggantikan salam yang lain, karena salam Pancasila itu salam kebangsaan. "Karena itu berdasarkan maklumat Presiden dan ada Keputusan Presiden (Keppres)-nya," tuturnya

Pria yang juga anggota Gerakan Suluh Kebangsaan ini juga mengatakan bahwa perlunya peran media untuk mensosialisasikan makna sebenarnya dari salam Pancasila dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

"BPIP juga melakukan tugas mensosialisasikan bagaimana Pancasila itu menjadi kebijakan publik, dan Pancasila itu menjadi ideologi bangsa dengan metode yang kekinian. Bukan berarti metode yang lama dibuang, tidak seperti itu," tandasnya. (mdk/did)

Baca juga:
BPIP: Menjaga Persatuan Membawa Kita Mencintai Segala Perbedaan
Berdalih Rektor Sibuk di BPIP, UIN Yogya Belum Bagikan Ijazah ke Alumni Mahasiswa
Sulut Kontroversi, Kepala BPIP Berjanji Lebih Hati-hati Membuat Pernyataan
BPIP: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Agama
Kepala BPIP Ingin Sosialisasi Pancasila ke Kaum Milenial Pakai TikTok
BPIP Bahas Program Kerja 2020 dengan Komisi II DPR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami