BPIP: Penyebaran Hoaks Lemahkan Nilai Pancasila

PERISTIWA » MALANG | 12 November 2019 09:02 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Aris Heru Utomo, menilai penyebaran hoaks dapat melemahkan nilai Pancasila. Khususnya sila ketiga yakni Persatuan dan Kesatuan Indonesia.

"Pilkada menjadi contoh bagaimana hoaks cukup berhasil mengirimkan gelombang kebencian yang mengancam keutuhan bangsa," kata Aris saat Sosialisasi nilai-nilai Pancasila yang mengambil tema "Hoaks dan Pancasila di Kalangan Komunitas IT" di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (12/11).

Untuk itu, Aris mengajak kalangan Komunitas IT untuk tidak melakukan penyebaran hoaks. Sebab hal tersebut, sebuah kebohongan yang dibuat untuk kejahatan.

"Hoaks diciptakan, disebarkan untuk memunculkan persepsi dan kesimpulan yang salah, sehingga menghasilkan sikap, perilaku dan tindakan yang salah," katanya.

Untuk melawan hoaks, kata Aris, media sosial terbukti ampuh memviralkan atau mempopulerkan isu-isu kebangsaan; melawan berita bohong yang sudah tersebar.

Dia mengajak kalangan IT ini untuk membagikan konten yang positi, inspiratif, kreatif dan produktif di dalam dunia maya.

Sosialisasi nilai-nilai Pancasila ini dibuka oleh Plt. Kepala BPIP Hariyono dan sebagai narasumber, selain Aris, juga menghadirkan pakar IT M Yamin.

Baca juga:
Ratna Sarumpaet Kini Menghuni Lapas Perempuan Pondok Bambu
Polri Akui Masih Tangani Hoaks yang Mengganggu Warga di Papua
Istana: Kita Harus Punya Kontra Narasi Buat Mengatasi Hoaks
Tiga Tersangka Insiden Asrama Papua di Surabaya Dikirim ke Rutan Medaeng
Tiga Terdakwa Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan Dituntut Berbeda
Polda Kepri Tetapkan 11 Tersangka Kasus Hoaks Selama Tahun 2019
Berkas Lengkap, 3 Tersangka Kasus Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Segera Disidang

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT