BPK Tegur Pemkab Brebes Soal Pengelolaan Aset Amburadul

PERISTIWA | 10 Desember 2019 01:31 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah menegur Pemkab Brebes lantaran tata kelola keuangan daerahnya sangat buruk. Hasil itu didapat dari kejanggalan dari laporan aset sekolah yang fiktif.

"Sudah kami tegur Pemkab-nya. Dari hasil penelusuran banyak aset sekolah yang tidak sesuai yang diberikan kepada kami. Yang dilaporkan asetnya angkanya Rp1 miliar, setelah dikroscek di satker dan Dinas Pendidikan tidak ada yang cocok," kata Kepala BPK Jawa Tengah, Ayub Amali di Semarang, Senin (9/12).

Padahal, aset yang dikelola Disdik nilainya sangat besar. Belum lagi jumlah itemnya cukup banyak yang dikelola oleh Pemkab Brebes. Seharusnya Pemkab berkoordinasi dengan BPKP untuk mengelola asetnya.

"Jadi hasil pengelolaan aset banyak kejanggalan, dan sangat buruk," ungkapnya.

Dia terus memastikan Pemkab Brebes satu-satunya daerah yang hanya dapat penilaian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada 2019 dari total 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. Maka dari itu, Ayub meminta segera untuk memperbaiki pengelolaan aset sekolah.

"Pihaknya akan terus memantau jalannya pembenahan pengelolaan aset. Tentu yang melakukan pendampingan nanti BPKP yang ada di sana. Tahun ini hanya Brebes yang dapat WDP. Lainnya sudah WTP," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Keberhasilan di IMO Momentum Wujudkan RI Jadi Poros Maritim Dunia
Indonesia Kembali Terpilih Menjadi Anggota Dewan IMO Periode 2020-2021
BPK Jadi Kandidat Eksternal Auditor Organisasi Maritim Internasional
Soal Kasus Desa Fiktif, Airlangga Bakal Panggil BPK dan Kemenkeu
BPK Bakal Lebih Ketat Audit Laporan Keuangan Pemerintah
Banyak Menteri Jokowi dari Kalangan Partai, BPK Beri Peringatan Khusus

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.