BPKH Klaim Pertumbuhan Haji Muda Capai 43 Persen

BPKH Klaim Pertumbuhan Haji Muda Capai 43 Persen
PERISTIWA | 4 September 2020 23:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengklaim gerakan MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda) atau disebut juga sebagai Haji Muda mengalami pertumbuhan signifikan sejak diluncurkan 2 tahun lalu. Jika pada tahun 2018 pertumbuhannya hanya 17 persen, maka pada tahun berikutnya mencapai 43 persen.

"Di tahun pertama pertumbuhan haji muda (usia yang mendaftar di bawah usia 30 tahun), tumbuhnya baru 17 persen. Di tahun kedua, tahun 2019 itu tumbuhnya 43 persen. Sehingga antusias haji milenial cukup bagus," kata anggota Badan Pelaksana BPKH, Iskandar Zulkarnaen, di sela penyerahan bantuan kemaslahatan RS UNS, Jumat (4/9).

Iskandar menyebut, MINA merupakan gerakan nasional yang bertujuan untuk menumbuhkan keinginan menabung biaya berhaji sejak dini, khususnya dari kalangan generasi milenial.

"Haji ini kan antreannya 20 tahun, nah kalau menurut data yang mendaftar itu 75 persen usianya di atas 40 tahun. Kalau antreannya 20 tahun, berarti berangkat usianya sudah 60 tahun," ujarnya.

Jika pensiun baru mendaftar, lanjut dia, usianya sudah sekitar 55 tahun, berarti pada usia 75 baru berangkat. Sehingga secara fisik tidak memungkinkan.

"Memang ada juga usia 80 tahun masih kuat, tapi kan itu mukzizat mungkin ya," lanjutnya.

Iskandar berharap masyarakat mendaftar haji di kala masih berusia muda. Misalkan saat masih mahasiswsa, saat semester pertama. Dengan menabung Rp 20 ribu perhari, diperkirakan setelah lulus sudah bisa mendaftar. Sehingga pada usia 40-45 tahun masih fit.

"Kalau masiswa minta ke orang tuanya tambahan untuk nabung haji saya kira dikasih. Kalau misalkan sekarang 20 tahun antrean, ya kan bisa merencanakan keuangannya," katanya lagi.

"Misalkan tadi mulai mendaftar pada saat masuk, masuk kuliah mendaftar, kalau itu Rp 20 ribu per hari, 4 tahun sudah dapat Rp 36 juta. Padahal daftarnya hanya Rp 25 juta. Sehingga kalau antrean 20 tahun itu bisa direncanakan mulai SMA," jelasnya.

Ia menambahkan, sejak 3 tahun lalu, pihaknya juga masuk ke UNS dengan kegiatan MINA goes to campus. Kegiatan tersebut untuk mengajak dan menyadarkan kepada para mahasiswa untuk merencanakan berhaji sejak muda.

Sampai dengan bulan Juni, pihaknya mengelola dana haji kurang lebih Rp 136 triliun. Dengan antrean kurang lebih 4,5 juta antrean. Ia berharap masyarakat menyegerakan mendaftar haji, sehingga dengan haji lebih fit itu hajinya akan lebih sempurna dan mabrur.

Dalam kesempatan tersebut BPKH memberikan bantuan kepada RS UNS Surakarta senilai Rp 411 juta. Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) diserahkan melalui Mitra Kemaslahatan Baznas.

Serah terima dilakukan oleh Iskandar Zulkarnain kepada Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho. BPKH mengapresiasi tinggi tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

"Saya berharap agar semua pihak disiplin dalam menjalankan arahan pemerintah. Seperti pembatasan sosial bersekala besar, penerapan jaga jarak, serta berperilaku hidup bersih dan sehat," ucapnya. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami