BPKN Sebut Gojek Dukung Kebijakan Pemerintah Soal Perlindungan Konsumen

PERISTIWA » MAKASSAR | 24 Juli 2019 21:35 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengapresiasi inisiatif aplikator transportasi berbasis online PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) memprioritaskan aspek keamanan dan kenyamanan bagi pengguna layanan. Sehingga hal tersebut patut ditiru oleh aplikator penyedia jasa transportasi lain.

Hal itu disampaikan Kepala BPKN Ardiansyah Parman saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gojek Indonesia dan PT Jasa Raharja baru-baru ini.

"Penandatanganan MoU diharapkan memberikan jaminan kepastian hak konsumen agar transportasi online bisa semakin memberikan keamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Ardiansyah kepada wartawan.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa inisiatif Gojek tentunya turut mendukung kebijakan pemerintah terkait perlindungan konsumen, sehingga diharapkan dapat turut menciptakan praktik bisnis yang baik.

"Dengan mengutamakan perlindungan konsumen ini, diharapkan juga akan timbul trust antara konsumen terhadap penyedia layanan transportasi dan ini berdampak baik bagi kegiatan ekonomi kita ke depannya," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bahwa fokus Gojek untuk mengedepankan keamanan dan keselamatan pengguna layanannya patut diacungi jempol karena sejalan dengan harapan pemerintah.

Co-Founder Gojek Indonesia Kevin Aluwi menjelaskan bahwa Gojek memiliki tiga pilar inisiatif keamanan konsumen. "Perlindungan asuransi adalah salah satu bagian dari tiga pilar inisiatif keamanan Gojek, yaitu terdiri dari pencegahan, perlindungan dan penanganan yang sigap dan responsif. Ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang Gojek untuk senantiasa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna serta sesuai kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 118 tahun 2018 tentang Angkutan Sewa Khusus," jelasnya.

Fokus dari upaya pencegahan yang dilakukan Gojek lebih kepada tindakan untuk meminimalisir risiko yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya pencegahan ini dimulai sejak rekrutmen mitra hingga melakukan berbagai pelatihan terkait keselamatan berkendara, pencegahan kekerasan seksual dan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan.

Sementara itu, upaya perlindungan salah satunya dijalankan dengan memberikan perlindungan asuransi untuk menciptakan rasa tenang dan nyaman saat mengakses layanan Gojek yang dikenal menjadi jembatan ekonomi bangsa ini. Perlindungan asuransi diberikan kepada pengguna layanan Go-Car bekerja sama dengan Jasa Raharja sedangkan pengguna layanan Go-Ride dilindungi oleh asuransi Allianz yang didukung oleh Pasar Polis.

Selain itu, Gojek juga telah mengembangkan fitur keamanan pada aplikasi, antara lain Tombol Darurat dan Bagikan Perjalanan, berbagai bentuk tindakan darurat dapat dilaporkan dengan cepat sehingga dapat direspon dengan cepat pula. Kemudian yang termutakhir adalah fitur pengingat bagi mitra pengemudi Go-Car untuk beristirahat.

Untuk penanganan yang sigap dan responsif, Gojek menyiagakan unit darurat khusus selama 24 jam. Unit darurat khusus yang tersedia di Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta dan Makassar bahkan telah terintegrasi dengan layanan ambulans Gojek sehingga dapat diberikan pertolongan medis awal.

Baca juga:
Startup Unicorn Tarik Investasi Asing ke Indonesia
Ini Makna Logo Baru Gojek Menurut CEO Nadiem
Bongkar Order Fiktif, Polres Tangsel Gandeng Gojek
Inilah Arti dari Logo Baru GO-JEK
GO-Fleet, Layanan untuk Jadi Mitra GO-Car Tapi Tak Miliki Mobil
Go-Jek Gandeng NU Care Percepat Digitalisasi Ekonomi Umat

(mdk/cob)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com