BPOM Gorontalo Sulap 400 Liter Miras Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer

BPOM Gorontalo Sulap 400 Liter Miras Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer
PERISTIWA | 6 April 2020 07:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo menyulap minuman keras jenis Cap Tikus menjadi alkohol murni. Sedikitnya 400 liter Miras Cap Tikus berhasil disuling menjadi 80 liter alkohol murni. Alkohol murni itu kemudian diolah lagi menjadi cairan pembersih tangan.

"Hanya 20 persen yang menjadi alkohol, sebab tidak semuanya bisa ditarik menjadi alkohol. Ada yang masih tertinggal karena semua tidak bisa jadi alkohol murni," kata Kepala BPOM Gorontalo, Yudi Noviandi.

Alkohol murni itu dibuat melalui proses destilasi atau disuling, dengan suhu 70 derajat celcius. Proses destilasi kemudian menghasilkan uap panas.

Uap itulah yang selanjutnya didinginkan dan menghasilkan cairan dengan kandungan alkohol 77 persen. Selanjutnya alkohol murni tersebut di kombinasikan dengan Glycerol dan Hydrogen Peroxide untuk membuat cairan pembersih tangan.

"Jadi kami mampu menyuling, memurnikan dan mengukur kadar alkohol yang dikandungnya,” jelasnya.

Yudi mencontohkan 100 liter Cap Tikus bisa menghasilkan 20 liter alkohol dengan kadar 77 persen. Hal ini menurutnya sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

Ke depannya, BPOM Gorontalo akan memproduksi alkohol dan cairan pembersih tangan dengan skala lebih besar. Apalagi pihak BPOM Gorontalo mendapat dukungan dari pihak pemerintah dan aparat kepolisian.

"Tentunya bekerjasama dengan Polda Gorontalo yang menghibahkan Cap Tikus yang mereka telah sita sebelumnya," ujar Yudi.

1 dari 1 halaman

Langkah yang diambil oleh BPOM Gorontalo diapresiasi oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dalam waktu dekat ia akan memanfaatkan 1.800 liter cap tikus hasil sitaan operasi gabungan yang dilakukan baru-baru ini.

Ini akan mereka bicarakan dengan Kapolda dan Kejaksaan tinggi untuk dihapuskan sebagai barang bukti. Setelah dihapuskan sebagai barang bukti baru mereka akan bekerjasama dengan BPOM Gorontalo.

"Karena ini barang bukti ada prosesnya, tidak sembarangan. Ada berita acaranya dan lain-lain untuk mengambil," tandas Rusli.

Reporter: Arfandi Ibrahim
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Banting Setir Produksi Alat Kesehatan Demi Dukung Penanganan Corona di Indonesia
Pabrik Nivea di Malang Ubah Sebagian Fasilitasnya untuk Produksi Hand Sanitizer
Berikut Koperasi yang Bisa Dihubungi Saat Mencari Masker dan Hand Sanitizer
Gubernur Ungkap UKM Raup Untung dari Corona, NTB Tak Khawatir Masker Langka
Melihat Pembuatan Hand Sanitizer Rasa Buah Pir di Swiss
Polisi Ungkap 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami