BPOM Sebut Karawang Sentra Produksi Kosmetik Ilegal Bermerkuri

PERISTIWA | 27 Agustus 2019 13:10 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Selama tahun 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita berbagai jenis kosmetik ilegal senilai Rp 126 miliar. Temuan tersebut didominasi oleh produk kosmetik perawatan kulit berbahan merkuri.

"Temuan kosmetik mengandung merkuri tahun 2018 mencapai 35 produk yang mengandung bahan berbahaya," kata Kepala BPOM Penny K Lukito saat acara Penggalangan Komitmen Kosmetik Bebas Merkuri di Hoel Resinda Karawang, Selasa (27/8).

Penny mengaku ada indikasi di Kabupaten Karawang merupakan sentra produksi rumahan kosmetik berbahaya dan ilegal. "Sudah ada lima kasus produk kosmetik ilegal menggunakan bahan merkuri di Karawang dan sudah ada penindakan," lanjut Panny.

BPOM melakukan berbagai upaya dalam mencegah peredaran kosmetik mengandung merkuri, antara lain regulasi pembatasan penggunaan merkuri sebagai pengawet dalam kosmetik, penindakan termasuk penggerebekan industri dan melakukan edukasi kepada masyarakat.

"Upaya pencegahan dan penggerebekan sudah dilakukan termasuk di Karawang yang diindikasikan sebagai daerah yang harus diwaspadai," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
BBPOM Sita 5.987 Jenis Kosmetik Ilegal di Samarinda dan Mahakam Hulu
Awas, Kosmetik Ilegal Marak Beredar di Tangerang
Polisi Ungkap Kasus Penyelundupan Barang Ilegal
Alasan Sibuk, Nella Kharisma Batal Bersaksi Kasus Kosmetik Ilegal
Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal Ditemukan dari Gudang di Medan
Via Vallen dan Nella Kharisma Mangkir Lagi, Sidang Kosmetik Ilegal Ditunda

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.