BPPT Terus Ciptakan Hujan Buatan Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan

PERISTIWA | 21 September 2019 13:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pengkajian Penerapan Teknologi atau BPPT terus melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera sampai pada hari ini, Sabtu (21/9).

Operasi mengurangi kabut asap dengan Kalsium Oksida juga dilakukan hari ini, Sabtu (21/9) 10 kg Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor aktif untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan sudah datang di Palangkaraya. Kemudian untuk Riau, 10.000 kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi.

"Operasi ini dilakukan setelah BMKG mengirimkan informasi potensi awan hujan sebagai target penyemaian," kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, Sabtu (21/9).

Menurut laporan diterima BNPB, operasi TMC dilakukan kemarin berhasil menyebar garam 800 kg di Kalimantan Barat (Kalbar), 1.500 kg di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan 2.400 kg di Riau. Dampaknya hujan berhasil turun di beberapa wilayah Kalbar, Kalteng, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Riau.

"Operasi TMC menggunakan Pesawat TNI AU yang diterbangkan dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya. Pesawat dengan tipe CN-295 berkapasitas 2.400 kg. TMC juga dilakukan dengan pesawat TNI AU jenis Cassa 212-200 yang berpangkalan di Bandar Udara Supadio, Pontianak," lanjut Agus.

Untuk wilayah Sumatera, operasi TMC dilakukan dari Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau dengan menggunakan pesawat TNI AU berjenis Hercules C-130 dengan kapasitas 4.000 kg dan Cassa 212-200 yang berkapasitas 800 kg.

Berikut data empiris dirilis BNPB terkait Operasi TMC dilakukan:

Selasa 17 September 2019:

Tim TMC Sebar 1.500 kg Garam dan Hujan Turun di Kalimantan. Operasi TMC dilakukan dengan menyemai awan dengan garam (NaCl) sebanyak 1.500 kg di wilayah Timur Banjar, Pulang Pisau dan Sampit. Hasilnya hujan belum berhasil turun.

Rabu, 18 September 2019:

Penyemaian awan dengan garam (NaCl) sebanyak 1.500 kg di wilayah Kabupaten Katingan, Utara Palangkaraya dan Kabupaten Kapus. Hasilnya juga belum turun hujan.

Kamis, 19 September 2019:

Tidak dilakukan penyemaian karena tidak ada potensi awan hujan di Kalimantan.

Operasi TMC di wilayah Riau dilakukan dengan penyemaian awan dengan garam sebanyak 800 kg di wilayah Pelalawan, Kampar dan Lima Puluh Koto, Riau. Hasilnya terjadi hujan dengan intensitas deras dari jam 16.31 WIB sampai dengan 17.05 WIB di wilayah Kelurahan Teluk Blitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Meranti.

Jumat, 20 September 2019:

Sejak pukul 13.20 WIB sampai dengan pukul 15.35 WIB dilakukan penyemaian awan dengan garam (NaCl) sebanyak 2.400 kg di wilayah Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan dan Kota Palangkaraya. Hasilnya hujan deras turun di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya, Martapura, dan Martapura Prov. Kalimantan Selatan.

Penyemaian garam sekitar 800 kg di sekitar Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang. Hasilnya di Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang hujan. Kota Pontianak juga diguyur hujan intensitas sedang.

Penyemaian awan untuk atasi kebakaran hutan dilakukan di Riau sebanyak 4.000 kg NaCl disemai di awah wilayah Siak, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir. Hasilnya hujan turun deras di wilayah Kelurahan Bukit Kapur Kota Dumai dekat perbatasan Kabupaten Bengkalis.

Reporter: Ditto Radityo

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Pemerintah Dinilai Bersalah Atas Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, Inilah Alasannya
1.182 Titik Panas Terpantau di Sumatera Sabtu Pagi, Jarak Pandang Memburuk
Teknologi Modifikasi Cuaca Mampu Turunkan Hujan di Palangkaraya
Pekanbaru Tenggelam Dalam Lautan Asap
KLHK: Sanksi Administratif Diutamakan untuk Perusahaan Pelaku Karhutla
3 Pembakar Lahan di Kutai Barat Ditangkap, Polisi Amankan Korek dan Parang
Begini Kondisi Ular 'Berkaki' yang Terbakar di Hutan Riau

(mdk/bim)