BPTP Jambi Perkenalkan Produk Inovasi Eucalyptus Mampu Tangkal Virus

BPTP Jambi Perkenalkan Produk Inovasi Eucalyptus Mampu Tangkal Virus
PERISTIWA | 9 Juli 2020 22:03 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi memperkenalkan produk inovasi Eucalyptus yang disebut mampu menangkal virus ke seluruh kepala daerah di Provinsi Jambi.

"Di seluruh Indonesia saat ini dalam tahap pengenalan produk inovasi Eucalyptus yang dapat mencegah penularan virus corona," kata Kepala BPTP Jambi Rustam di Jambi, Kamis (9/7).

Tahap awal, produk tersebut akan diperkenalkan BPTP Jambi ke seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati dan wali kota.

"Kemarin kita sudah kenalkan kepada Bupati Batanghari, selanjutnya secara bertahap kepada kepala daerah lainnya," kata Rustam.

1 dari 2 halaman

Berikan Edukasi soal Produk

Sejalan dengan memperkenalkan produk inovasi, BPTP turut melakukan edukasi. Membantah informasi yang belakangan beredar di dunia maya terkait kegunaan produk tersebut.

Banyak netizen yang menyangka bahwa produk inovasi Eucalyptus tersebut merupakan jimat. Sementara produk inovasi yang di temukan oleh peneliti Kementerian pertanian tersebut merupakan produk herbal yang dapat mematikan virus corona.

Dijelaskan Rustam, penelitian terhadap produk tersebut sudah dilakukan jauh hari sebelum pandemi Covid-19 merebak. Dari 700 lebih jenis tanaman Eucalyptus, spesies tersebut merupakan spesies yang dapat membunuh virus corona.

Awalnya produk tersebut di uji coba terhadap kelompok virus corona, influenza dan lain-lain. Di masa pandemi Covid-19 ini produk tersebut dikembangkan untuk menangkal Covid-19. Berdasarkan hasil uji di laboratorium, produk tersebut dapat mematikan virus corona 80 hingga 100 persen tergantung dengan dosis yang digunakan.

"Penelitian-nya di uji dengan kelompok virus corona, bukan Covid-19, karena virus corona ini banyak jenisnya," kata Rustam.

2 dari 2 halaman

Ada 3 Jenis Bentuk Produk Eucalyptus

Produk Eucalyptus tersebut tidak hanya berbentuk kalung. Namun, terdapat tiga jenis bentuk produk, yakni berbentuk kalung, in haler dan roll on atau balsem.

Di dalam produk tersebut terdapat kandungan nano teknologi, sehingga lebih efektif dalam menangkal virus. Nano teknologi tersebut yang menyebabkan uap, sehingga produk tersebut lebih mudah di hirup dan masuk ke dalam hidung.

Aroma produk tersebut sangat akrab di tengah masyarakat. Dimana aroma nya menyerupai serai wangi, sehingga saat di hirup akan menimbulkan sensasi segar di dalam rongga hidung.

"Saat ini pemerintah sudah melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga untuk mengembangkan produk inovasi ini, salah satunya dengan PT Cap Lang untuk di produksi secara massal," kata Rustam. Seperti diberitakan Antara. (mdk/rhm)

Baca juga:
IDI: Eucalyptus Herbal, Belum Diuji Untuk Obat Covid-19
Bukan Covid-19, Kementan Uji Kalung Eucalyptus dengan Virus Flu Burung
Rapat di DPR Mentan Pakai Kalung Eucalyptus, Langsung Banjir Kritik
Soal Kalung Eucalytpus, DPR Minta Mentan Tak Timbulkan Kesalahpahaman di Masyarakat
Soal Eucalyptus, Ini Kata Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin PNF
Kementan: Kalung Eucalyptus Tidak Diklaim Sebagai Antivirus Corona
Soal Kalung Eucalyptus, DPR Ingatkan Mentan Fokus Urus Pangan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami