BPWS Bakal Polisikan Akun FB Siti Aisyah Soal Hoaks Tarif Tol Suramadu Rp 600 Ribu

PERISTIWA | 15 Januari 2019 05:00 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) berniat melaporkan akun Facebook (FB) atas nama Siti Aisyah ke Polda Jawa Timur, karena menyebar hoaks soal Tol Surabaya-Madura atau yang lebih dikenal dengan Suramadu.

Kepala Sub Divisi Publikasi dan Humas BPWS, Faisal Yasir Arifin menjelaskan, hoaks yang dipermasalahkan pihaknya itu berkaitan dengan tarif Tol Suramadu, yang pada 27 Oktober 2018 lalu resmi digratiskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami menduga bahwa yang bersangkutan (Siti Aisyah) ini menyebar berita bohong (hoaks) tentang tarif Tol Suramadu. Ini kan tidak benar! Publik juga mengetahui bahwa Tol Suramadu sudah gratis," tegas Faisal, Senin (14/1).

Pria yang akrab disapa Coy ini menceritakan, dalam akun FB Siti Aisyah yang ditulis pada 2 Januari 2019, mem-posting informasi Tol Suramadu di Grup Lampung Memilih Gubernur dengan tarif mahal. Padahal sudah digratiskan Presiden Jokowi.

Di akun FB-nya itu, Siti menulis, "Gua pergi dr SBY ke Madura lewat TOL abis 600 rb, lebih mahal dari tiket pesawat. Untung pake mobil dinas. Klu mobil pribadi bangkrut gua."

Tak hanya menulis status hoaks (versi BPWS), akun FB Siti Aisyah itu juga menandai emoticon perasaan dengan tulisan: Tarif Tol Mencekikku. Akibat hoaks ini, Faisal mengaku, BPWS selaku instansi yang mengelola jembatan penghubung Surabaya-Madura, merasa dirugikan. Karena itu, BPWS akan melaporkannya ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

"Kami tengah melaporkan kepada pimpinan internal, sedang diputuskan, Insya Allah besok (diputuskan)," tegasnya.

Selain akun Siti Aisyah, rencananya, BPWS juga turut melaporkan akun FB atas nama Husain Shodiq yang turut mengomentari postingan FB Siti Aisyah.

"Kabar hoaks tentang tarif Tol Suramadu ini sudah ketiga kalinya terjadi. Kesemuanya di akun Facebook. Pertama postingan seorang anggota DPR, kedua masyarakat umum, dan ketiga kasus ini (Siti Aisyah). Ini harus ditindaklanjuti," sesal Faisal.

Baca juga:
Tangkal Hoaks, PSI Lakukan Blusukan ke Pasar
Partai Besar Dinilai Kehilangan Gagasan
Tangkal Hoaks, KIP Aceh Rekrut 1.265 Relawan Demokrasi
2 Makam Di Gorontalo Dipindah Bukan Karena Politik Tapi Masalah Keluarga
PBNU Sebut Pembuat Hoaks Boleh Diusir dari Indonesia, Karena Merusak Tata Hidup
Ini Fakta Di Balik Pembongkaran Makam di Gorontalo yang Dikaitkan dengan Politik

(mdk/cob)