Brigadir Gita si Lihai Menembak dengan Sederet Prestasi

Brigadir Gita si Lihai Menembak dengan Sederet Prestasi
Brigadir Gitarani Digdaya. Istimewa
PERISTIWA | 18 April 2021 04:01 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Awalnya bercita-cita menjadi Wanita Angkatan Udara (Wara), Gitarani Digdaya ternyata malah menjadi anggota kepolisian. Pernah mendaftar sebagai prajurit wanita TNI Angkatan Udara di Yogyakarta tahun 2004, Gita ternyata belum berjodoh.

"Cita-cita saya sebenarnya pingin masuk Wara. Tahun 2004 saya mendaftar lewat Jogja," ujar Gita, sapaan akrabnya kepada merdeka.com belum lama ini.

Tidak beruntung di angkatan udara, wanita kelahiran Tobelo (dulu ikut Ternate) 30 September itu kemudian mendaftar ke Kepolisian. Gita mengikuti tes penerimaan polisi di Jawa Timur tahun 2005 dan diterima.

"Saya daftar Polwan tahun 2005, dan Alhamdulillah diterima," katanya.

Gita yang saat ini berpangkat Brigadir, menjalani tugasnya sehari-hari sebagai sie Humas Polsek Banjarsari, Polresta Surakarta. Kendati cita-cita awalnya tidak tercapai, Gita tetap menjalani tugas sebagai abdi negara, melayani masyarakat dengan bangga dan penuh tanggungjawab.

Gita yang hobi olahraga menembak tersebut bahkan berhasil menorehkan prestasi dengan menyabet beberapa kali kejuaraan tingkat nasional. Di antaranya kejuaraan menembak Kapolda DIY Cup 2018 yang digelar di Mako Brimob Detasemen A Gondowulung, Yogyakarta, tahun 2018 lalu, serta kejuaraan lainnya.

"Dulu itu saya meraih predikat juara 2 Kelas Tembak Reaksi Non-IPSC Putri," katanya.

Dalam kejuaraan tersebut, lanjut dia, timnya telah mengikuti tuga stage dalam kelas tembak reaksi. Selain dirinya, anggota Polresta lainnya Bripda Hilmy juga meraih predikat sebagai juara ketiga. Dalam kejuaraan yang juga diikuti peserta umum itu, para atlet dituntut untuk lihai dalam hal kecepatan dan ketepatan sasaran.

Bahkan mereka juga harus bersaing dengan atlet top lainnya di ajang bertaraf nasional itu. Di antaranya atlet tembak dari Bali, Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan.

"Alhamdulilah dari tujuh atlet Polresta Surakarta ada dua yang berhasil meraih juara. Ini merupakan pembelajaran berharga bagi kami untuk terus menggaungkan nama Polresta Surakarta di luar," katanya.

brigadir gitarani digdaya

Selain Kapolda DIY Cup 2018 Brigadir Gitarani Digdaya juga mengukir prestasi di kejuaraan lainnya. Yakni menjadi juara 1 Pistol Ladies non-IPCS, yang diadakan di Lapangan Tembak Brimob Gunung Kendil, Boyolali, Jawa Tengah, akhir tahun lalu. Gita mengaku sering mengikuti kejuaraan menembak, bersama sejumlah anggota Polresta Surakarta lainnya.

"Zaman sama Pak Andy Rifai (mantan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai) sering ikut sih. Hampir setiap session ikut terus," kata wanita yang juga hobi kulineran itu.

Gita menambahkan, tidak ada keinginan khusus selama menjalani karir sebagai seorang Polwan. Ia juga mengaku tidak ada paksaan atau dorongan untuk menjadi Polwan dari orang lain. Semua atas keinginan sendiri, dan tentu dengan dukungan penuh keluarga.

"Tidak ada yang khusus, cenderung pingin totalitas ke pelayanan masyarakat. Hitung-hitung jadi ladang ibadah," katanya.

Lebih lanjut Gita menyampaikan, saat ini sudah jarang mengikuti kejuaraan menembak. Hal itu dikarenakan tuntutan pekerjaan yang semakin banyak dan padat. Olahraga menembak baginya, memiliki keunggulan dan manfaat yang luar biasa.

"Selain menyehatkan, menembak juga melatih kecepatan, ketepatan dan ketangkasan kita," katanya.

Sebagai seorang wanita, Gita mengaku mengidolakan Martha Christina Tiahahu, seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut yang lahir sekitar tahun 1800. Pada saat itu Christina sudah berani mengangkat senjata melawan penjajah Belanda.

"Meskipun masih remaja berumur 17 tahun, tapi Christina Tiahahu berani berjuang melawan penjajah sampai mati," ucapnya.

Selain itu, sebagai wanita dia juga mengidolakan RA Kartini. Tokoh rmansipasi wanita kelahiran Jepara, 21 April 1879 itu dinilainya sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Makna emansipasi yang diteladankan Kartini menurutnya sebagai pelepasan diri dari kedudukan sosial yang rendah.

"Beliau itu pembuka cara pandang tentang wanita. Berani, enggak tanggung-tanggung," pungkas dia. (mdk/cob)

Baca juga:
Kessya Aurelia Nabilla, Srikandi Polda Sumsel Jago Smash
Bripda Agustina Untari, Santriwati Gontor Pertama yang Lolos Jadi Polwan
Dinda Ega, Polwan dari Banten Tak Hanya Jago Tangkap Penjahat Tapi Juga Mengaji
Riza Sativa, Kapolsek di Wilayah Sejuta Ormas yang Pernah Bercita-cita Jadi Hakim
Polwan Jago Bela Diri dari Tanah Madura

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami