Brimob ditusuk, warga was-was saat salat di Masjid Falatehan

PERISTIWA | 1 Juli 2017 19:35 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pascapenyerangan anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan Jumat (30/6) malam warga sekitar menjadi trauma. Salah satunya pedagang minuman bernama Anton (43). Setelah kejadian dia mengaku trauma dan sempat tak bisa tidur.

"Kejadiannya cepat saya juga trauma dari semalam enggak bisa tidur," kata Anton di kejadian, Sabtu (1/7).

Tak hanya itu, Anton yang biasa berjualan air minum di depan masjid sampai malam pun menutup warungnya lebih awal. Usai Salat Magrib Anton langsung pulang ke rumahnya.

"Biasanya saya sampai Isya ini mah enggak tahu," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Dika salah satu pengunjung masjid Falatehan. Meski baru pertama kali salat di masjid tersebut, namun dia mengaku khawatir saat Salat Magrib berjamaah.

"Gue sih ngerasa insecure (gelisah), apalagi pelaku keluarin pisau dari tas, jadi setiap ada yang datang bawa tas jadi waspada," ungkap Dika.

Bahkan, Andika memilih salat di barisan paling belakang agar bisa mengawasi semua jemaah.

"Dan gue sengaja salat di barisan paling belakang biar mengawasi semua dari belakang," tambahnya.

Sementara itu jemaah salat magrib lainnya mengaku biasa saja meskipun telah terjadi aksi teror. Hal itu diungkapkan Abas (31) seorang tukang ojek online yang sering salat di masjid tersebut.

"Kalau saya biasa saja, tepi saya melihat jemaahnya lebih sedikit. Mungkin karena masih libur, tetapi ini terlihat lebih sepi dari biasanya," ungkap Abas.

Pantauan merdeka.com di lokasi, suasana masjid Falatehan saat ini terlihat sepi. Saat salat magrib berjamaah pun hanya dua baris untuk laki-laki dan satu baris jemaah perempuan.

Sementara itu, di lingkungan sekitar masjid terlihat sepi dan hanya ada beberapa mobil dan motor terparkir. Salah satunya mobil milik anggota polisi. (mdk/eko)

Pelaku penikam dua Brimob di Masjid Falatehan simpatisan ISIS

Penyerangan 2 Brimob di masjid, kakak & teman SMA pelaku diperiksa

Dua anggota Brimob korban penusukan mulai belajar duduk dan jalan

DPR: Deradikalisasi harus massif ke kelompok rentan disusupi teroris

Antisipasi penyerangan, Polisi Riau dan TNI gelar patroli besar

Setelah operasi, kondisi dua Brimob korban penusukan semakin membaik

Dua Brimob korban penusukan selesai jalani bedah plastik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.