Briptu Hedar Ditembak dengan Senpi Laras Panjang Saat Coba Kabur dari Penyanderaan

PERISTIWA | 13 Agustus 2019 13:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Briptu Hedar, polisi tewas ditembak di Papua, sempat coba melarikan diri saat disandera Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB). Namun akhirnya, dia malah ditembak hingga tewas.

"Dari jalan raya menuju tempat penyanderaan kurang lebih sekitar hampir 100 meter. Dapat informasi Briptu Hedar ini melarikan diri. Pada saat melarikan diri, tertembak oleh kelompok KKB tersebut," tutur Karo Penmas Birgjen Dedi Prasetya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/8).

Menurut Dedi, senjata yang digunakan pelaku penembakan diduga berjenis senapan api laras panjang.

"Begitu lari, jarak sekian meter langsung ditembak mengenai kepala belakangnya," jelas dia.

Tim gabungan TNI Polri bergegas menjemput Briptu Hedar di lokasi penyanderaan. Hanya saja, perwira polisi tersebut ditemukan sudah meninggal dunia.

"Kalau dari distrik tempat TKP diketemukan yang bersangkutan meninggal sama ibu kotanya daerah Puncak Jaya, jarak tempuh hampir 1 jam lebih," Dedi menandaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu terjadi Senin sekitar pukul 11.00 WIT.

"Kejadian ini berawal dari Briptu Hedar dan Bripka Alfonso Wakum sedang melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai sepeda motor. Pada saat di Kampung Usir, Briptu Hedar dipanggil oleh temannya sehingga Bripka Alfonso memberhentikan kendaraannya," ujar Dedi.

Saat Briptu Hedar menghampiri temannya tersebut, tiba-tiba sekelompok orang datang dan langsung membawanya. Sementara Bripka Alfonso yang masih berada di motor langsung kembali dan mengadukan peristiwa itu ke Pos Polisi Kago, Kabupaten Puncak.

Setelah menerima laporan tersebut, tim melakukan koordinasi dengan TNI untuk melakukan pendekatan terhadap para tokoh masyarakat di Puncak.

Hanya saja, Briptu Hedar sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Terdapat luka tembak di bagian leher dan kepala.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polri Tunggu Hasil Tes Kejiwaan Brigadir Rangga Tianto
Tembak Polisi di Depok, Brigadir RT Resmi Tersangka dengan Ancaman 15 Tahun Bui
Polisi Tembak Rekannya di Depok Bukti Lemahnya Pengawasan Pimpinan pada Anggota
Anak Bripka Rahmat Effendi Bercita-cita Jadi Polisi
Polisi yang Tembak Rekannya di Depok Merupakan Paman Pelaku Tawuran
Sosok Bripka Rahmat, Polisi Disiplin Tulang Punggung Keluarga
Fakta-Fakta Sosok Brigadir Rangga Tianto, Pelaku Penembakan Polisi di Depok

(mdk/lia)