Brutalnya ojek online serbu ojek pangkalan

PERISTIWA | 5 Februari 2016 11:03 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Ayi mengatakan, tidak terjadi baku hantam dalam peristiwa tersebut lantaran pengemudi GO-JEK segera menghubungi rekannya untuk meminta bantuan. Selain itu, aparat kepolisian setempat yang mendapat laporan, segera mendatangi lokasi.

"Belum sempat baku hantam, karena GO-JEK kemudian memanggil teman-temannya. Petugas pun segera mendatangi dan menjelaskan bahwa keduanya, Go-JEK dan ojek pangkalan itu punya pangsa pasar sendiri. Ya memang sempat ada tawar menawar wilayah," jelasnya.

Teranyar, Seratusan pengemudi Grab Bike mendadak menyerbu ojek pangkalan di Stasiun Cawang. Akibatnya, seorang pedagang kopi, Jafar menjadi korban.

Saat itu seperti hari-hari biasanya Jafar berjualan di sisi kiri stasiun. Mendadak pengemudi Grab Bike menyerbu. Dia pun berlindung lindung menyelamatkan diri.

"Datang dari tiga penjuru, saya langsung lindungi diri sambil jagain kepala," katanya kepada merdeka.com, Kamis (4/2).

Jafar begitu terkejut karena pengemudi Grab Bike merangsek maju sambil berteriak-teriak. Batu dilempar ke arah ojek pangkalan yang kocar-kacir.

"Gelas saya dilemparin pada pecah. Ini baru saya beresin," tuturnya.

Tak hanya itu, Jafar juga ditunjuk-tunjuk agar tidak ikut campur. Takut jadi korban dia memilih minggir. Namun sial dia tak sempat membereskan barang dagangannya.

"Minuman dagangan saya dijarah sama yang pakai jaket hijau," ungkap Jafar yang mengaku rugi Rp 500 ribu.

Dengan kejadian itu, Jafar mengaku agak sedikit takut berjualan. Namun dia juga bingung harus minta ganti ke siapa akibat kerugian itu.

"Kalau sudah begini siapa yang mau ganti. Ya anggap saja beramal," tandasnya.

(mdk/rhm)