Buat sumbangan fiktif, Omih bisa kantongi Rp 2 juta per bulan

Buat sumbangan fiktif, Omih bisa kantongi Rp 2 juta per bulan
Omih. ©2014 Merdeka.com/henny
PERISTIWA | 7 April 2014 21:58 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Sekarang ini banyak orang menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan uang. Termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) alias tuna wisma yang menyamar sebagai peminta sumbangan yayasan panti asuhan dan dhuafa fiktif.

Hal itulah yang dilakoni Omih (52), warga Cikarang Utara, Bekasi. Ia nekat menjadi peminta sumbangan fiktif untuk membiayai suaminya, A yang tengah sakit.

Omih tergiur menjadi peminta-minta selama satu setengah tahun lantaran penghasilannya cukup menjanjikan. Daripada menjadi buruh tani, hasil dari minta-minta ini cukup besar.

Alhasil, Omih diciduk petugas Sudin Sosial Jakarta Selatan saat beroperasi di sekitar Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (6/4). "Terpaksa pak, itu karena suami saya sakit," jelas Omih saat ditanya Kasi Sudin Sosial Jakarta Selatan Miftahul Huda.

Miftahul menjelaskan, dari pekerjaannya sebagai peminta sumbangan fiktif bisa menghasilkan Rp 1,5- Rp 2 juta per bulannya. "Jumlah itu sudah dikurangi dengan setoran untuk koordinator, biaya makan dan transport setiap harinya," jelas Miftahul.

"Karena jadi buruh tani cuma sepuluh ribu sehari, sedangkan kalau kerja begini bisa sampai empat juta, tapi saya cuma dapat setengahnya saja," jelasnya.

Omih pun dikirim ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Cipayung, Jakarta Timur selama dua pekan ke depan untuk direhabilitasi. Setelah dua pekan, Omih nanti akan dibebaskan namun harus ada pihak keluarga baru diperbolehkan untuk menjamin dengan syarat harus membawa Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) pribadi serta Surat Keterangan yang diketahui mulai dari setingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan sesuai domisili keduanya. (mdk/has)

Ely akan bangun rumah dari hasil memulung

Di Palembang, sedekah ke pengemis di jalanan didenda Rp 50 juta

Siswa SD dipaksa orangtua mengemis untuk bayar cicilan motor

Polisi rawat bayi yang diperebutkan pengamen dan pengemis

Pengamen dan pengemis rebutan bayi 10 bulan di jalanan ramai

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami