Buat Video Yel-Yel Dukung Paslon Bupati Purbalingga, 5 Kepala Sekolah Disanksi

Buat Video Yel-Yel Dukung Paslon Bupati Purbalingga, 5 Kepala Sekolah Disanksi
PERISTIWA | 1 September 2020 11:05 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Lima kepala sekolah SD negeri di Purbalingga dikenai sanksi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Mereka dijatuhi sanksi karena terbukti tidak netral atau terlibat dalam kampanye salah satu bakal calon Pilkada Purbalingga 2020.

Kelima kepala sekolah itu yakni Abdul Malik (SDN 3 Kembangan), Tegus Santoso (SDN 1 Kutawis), Lini Pratiwi (SDN 2 Kembangan), Pariyem (SDN 5 Bukateja) dan Mursidah (SDN 2 Karanggedang).

"Ke lima ASN itu terbukti melakukan pelanggaran netralitas. Ketidaknetralan itu dengan membuat video yel-yel yang mengarah dukungan kepada salah satu bakal calon bupati," kata Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah Muhammad Rafiudin, Selasa (1/9).

Dia mengungkapkan berdasarkan UU No.5/2014 menyatakan bahwa ASN tidak boleh berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapa pun.

"Jadi berdasarkan penelusuran bukti-bukti, KASN merekomendasikan kepada Bupati Purbalingga untuk menjatuhkan sanksi moral. Sanksi berupa peryataan secara terbuka sesuai PP. No.42/2004 tentang pembinaan jiwa Korps dan Kode Etik PNS terhadap ASN," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Sanksi Segera Dilaksanakan...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami