Budayawan Ridwan Saidi: Beras plastik tanda-tanda rezim akan jatuh

Budayawan Ridwan Saidi: Beras plastik tanda-tanda rezim akan jatuh
sidak beras plastik di Bekasi. ©2015 Merdeka.com/Siti Nur Azzura
PERISTIWA | 1 Juni 2015 23:03 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Meski tak seheboh sebelumnya, pemberitaan beras mengandung plastik tetap saja masih meresahkan masyarakat. Budayawan, Ridwan Saidi, menilai isu-isu macam ini selalu muncul di setiap pemerintahan sejak zaman dahulu.

"Beras plastik itu ada sejak tahun 65, kalau ada krisis politik itu muncul beras plastik. Itu benar saya sendiri ngalamin. Kalau kita beli beras itu ada plastiknya, kalau sekarang beras sintetis," Ridwan saat menghadiri peluncuran buku Politikus Gerindra, Fadli Zon, di Depok, Senin (1/6).

Dia mengatakan, munculnya pemberitaan itu karena kelemahan pemerintah yang tidak lagi mengendalikan jalur distribusi pangan.

"Ini sudah terjadi dua kali, tahun 65 dan sekarang 2015," imbuhnya.

Menurut Ridwan, adanya beras plastik merupakan tanda-tanda rezim mau jatuh. "Tanda-tanda rezim mau jatuh," ujarnya.

Ridwan juga mengatakan, akan terjadi aksi-aksi besar yang akan turun ke jalan. Tapi dia tak menjelaskan, tujuan dari aksi tersebut.

"Bulan puasa ramai aksi buruh," katanya. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami