Budidaya Baung & Belida, Menteri Edhy Prabowo Bangun Balai Riset di Sumsel

PERISTIWA | 28 Januari 2020 01:06 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menggelontorkan dana besar untuk membangun The Southeast Asian Fisheries Develoment Center (SEAFDEC), dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) di Sumsel. Balai satu-satunya di Asia Tenggara itu di antaranya bertujuan mengembangkan budidaya ikan perairan umum daratan.

Menteri Edhy mengatakan, dipilihnya Sumsel karena perikanan di provinsi itu sangat berlimpah dengan berbagai jenis ikan perairan umum daratan dibanding ikan tangkap laut. Dia ingin potensi tersebut dikembangkan sehingga menambah nilai ekonomi pemerintah dan masyarakat.

"Untuk perairan umum kita banyak, tersebar di mana-mana, kita harus budidayakan potensi yang ada. Sumsel saya anggap daerah yang punya perairan umum daratan paling lengkap, ada sungai, danau, rawa, dan lebak lebung," ungkap Edhy di Palembang, Senin (27/1).

Menurut dia, pembangunan balai riset dipandang perlu sebagai solusi pengembangbiakan 228 jenis ikan lokal Sumsel, terutama ikan baung, gabus, dan belida yang sulit ditemukan lagi. Dia menyayangkan ikan-ikan lokal itu justru didatangkan dari provinsi lain, seperti Riau dan Kalimantan.

"Ikan kerapu dulunya tidak bisa (dibudidaya), sekarang bisa, kepiting juga bisa diperbanyak. Nah, untuk budidaya ikan belida, gabus, baung, dan ikan lokal lain bukal hal yang sulit, itu bisa diperbanyak," kata dia.

"Bahkan ada jenis ikan serandang yang hidup di sungai, airnya dapat diminum. Nah sekarang perlu dicari tahu di mana adanya ikan serandang ini," sambung dia.

Menteri Edhy berjanji akan memberikan kemudahan bagi daerah untuk budidaya ikan itu. Dirinya siap menandatangani permohonan agar program ini terealisasi.

"Bila gubernur, wali kota atau bupatinya tidak bisa, silakan suruh kepala dinasnya, kalau juga tidak bisa silakan kirim orang yang dipercaya, segera akan kita tandatangani," tegasnya.

Selain itu, kata dia, balai ini dapat juga dijadikan sebagai pusat informasi terkait penggelontoran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. KKP akan membantu sebagai pendampingan.

"Tidak perlu pakai agunan. Agunannya ya usahanya itu. Selama digunakan untuk kegiatan usaha," kata dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui banyak ikan lokal daerah itu yang sudah sulit dicari, seperti ikan belida. Padahal, ikan jenis ini masih menjadi bahan utama membuat pempek, makanan khas Sumsel.

"Kami apresiasi langkah Menteri KKP, ini langkah memajukan bisnis perikanan termasuk turunannya yakni kuliner yang ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Tembus Hingga AS, Ekspor Rajungan Indonesia 2019 Cetak Rp5,3 Triliun
Edhy Prabowo Angkat 22 Pejabat Baru, 13 di Antaranya Sebagai Penasehat Menteri KKP
KKP Bakal Tambah Satu SKPT Lagi di Perairan Utara Natuna
Penasehat Menteri KKP Curiga Bukan Nelayan China yang Masuk Laut Natuna
Proses Izin Tangkap Ikan Kini Online, Pangkas Waktu dari 14 Hari Menjadi 1 Jam
Menteri Edhy: 3 Kapal Pencuri Ikan Vietnam Baru Saja Diamankan di Natuna

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.