Bukan Hal Baru, KPK Sejak 2016 Sudah Hentikan 162 Penyelidikan Kasus Korupsi

Bukan Hal Baru, KPK Sejak 2016 Sudah Hentikan 162 Penyelidikan Kasus Korupsi
PERISTIWA | 21 Februari 2020 16:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan 36 penyelidikan kasus dugaan korupsi. Komisi beralasan langkah ini diambil demi memberikan kepastian hukum.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan langkah tersebut bukan lah hal baru. Dia mencatat sejumlah penyelidikan pernah dihentikan pada tahun 2011, 2013, 2015.

Dia menyebut, pada KPK periode sebelumnya atau dalam kurun 5 tahun terakhir KPK sudah menghentikan penyelidikan 162 kasus.

"Data 5 tahun terakhir sejak 2016, KPK pernah menghentikan penyelidikan sebanyak total 162 kasus," kata Ali, Jumat (21/2).

KPK menghentikan penyelidikan kasus bukan tanpa landasan hukum. Undang-Undang KPK hasil revisi memungkinkan hal tersebut.

UU Nomor 19 Tahun 2019 menyebut KPK diberi ruang secara terbatas untuk menghentikan perkara hingga di tingkat penyidikan dan penuntutan. Artinya bila kasus masih di tingkat penyelidikan, KPK memiliki kapasitas lebih kuat untuk menghentikannya bila tidak ditemukan cukup bukti.

"KPK tetap wajib menangani perkara secara hati-hati. Pada Pasal 40 UU Nomor 19 Tahun 2019 penghentian penyidikan dapat dilakukan jika belum selesai dalam jangka waktu 2 tahun," kata Ali.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan penghentian kasus tersebut memiliki alasan yang kuat.

"Tujuan hukum harus terwujud, kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Tidak boleh perkara digantung-gantung untuk menakut nakuti pencari kepastian hukum dan keadilan," jelas Firli saat dikonfirmasi, Jumat (21/2).

Firli melanjutkan, 36 kasus dihentikan pengusutannya oleh KPK diyakini tidak mengandung dugaan tindak pidana korupsi. Dia juga meyakini, jika 36 kasus tersebut tak diputuskan berhenti pengusutannya maka berpotensi disalahgunakan.

"Kalau bukan tindak pidana, masa iya tidak dihentikan. Justru kalau tidak dihentikan maka bisa disalahgunakan untuk pemerasan, dan kepentingan lainnya," tegas Firli.

Penghentian pengusutan 36 kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh KPK dikonfirmasi oleh Plt Jubir KPK Ali Fikri. Menurut dia, penghentian dilakukan sudah sesuai dengan prosedur dan kecermatan.

"Kami mengkonfirmasi telah menghentikan 36 perkara di tahap Penyelidikan. Hal ini kami uraikan lebih lanjut sesuai dengan prinsip kepastian hukum, keterbukaan dan akuntabilitas pada publik sebagaimana diatur di Pasal 5 UU KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (20/2).

Ali menegaskan 36 kasus dihentikan masih berstatus penyelidikan. Sebab dalam penyelidikan menurutnya dapat dipahami bahwa dimungkinkan sebuah perkara ditingkatkan ke penyidikan atau tidak dapat dilanjutkan.

"Ketika di tahap penyelidikan ditemukan peristiwa pidana dan bukti permulaan yang cukup, maka perkara ditingkatkan ke penyidikan. Dan, sebaliknya sebagai konsekuensi logis, jika tidak ditemukan hal tersebut maka perkara dihentikan penyelidikannya," beber Ali Fikri.

Reporter: Dito Radityo (Liputan6.com) (mdk/did)

Baca juga:
Gerindra Desak KPK Buka 36 Penyelidikan yang Dihentikan
Pemerintah Tak Ikut Campur Urusan KPK Hentikan 36 Perkara Dugaan Korupsi
ICW Soal Penghentian 36 Kasus Korupsi: Jangan Sampai Pimpinan KPK Abuse of Power
DPR Minta KPK Jelaskan ke Publik Penghentian 36 Kasus Tidak Bersifat Final
Ketua KPK Jelaskan Alasan Hentikan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi
KPK Pastikan Penyelidikan Kasus Newmont dan Century Tak Dihentikan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami