Buku Pelajaran Agama Dirombak, Mencintai Negara Juga Bagian dari Iman

PERISTIWA | 18 November 2019 14:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kementerian Agama berencana merombak 155 buku berjudul pelajaran agama. Dirjen Pendidikan Agama Islam, Kamaruddin Amin, ingin materi pelajaran agama bisa menjadi perekat instrumen sosial.

"Kita ingin bahwa pelajaran agama di sekolah di madrasah tidak hanya berorientasi hapalan saja, kemudian memperkuat amal-amal ritual keagamaan saja, beribadah saja. Tapi bagaimana pelajaran agama itu bisa menjadi instrumen perekat sosial," kata Kamaruddin di Istana Wapres, Jakarta, Senin (18/11).

Dengan begitu, agama bisa menjadi pembentuk karakter bangsa dan karakter keagamaan. Sehingga beragama bisa menghargai orang lain, menghargai perbedaan agama dan perbedaan budaya.

"Jadi orientasinya ke sana. Orientasi di mana pelajaran agama bisa menjadi instrumen untuk merekatkan merespons realitas Indonesia yang multikultural," ucap Kamaruddin.

1 dari 2 halaman

Khilafah Tak Relevan

Dia menyebut, isi materi pelajaran agama tidak lagi yang berpotensi disalahpahami atau disalahtafsirkan. Apalagi berpotensi menimbulkan masalah-masalah instabilitas politik, seperti khilafah.

"Misalnya harus dipahami bahwa ya khilafah itu tidak relevan, tidak kontekstual sama sekali tidak cocok di Indonesia," jelas dia.

Dia menjelaskan, Kemenag ingin mengubah sedikit orientasi materi agama yang bukan lagi tentang orientasi ibadah dan membentuk kesalehan personal. Sehingga seakan-akan agama itu hanya salat dan puasa.

2 dari 2 halaman

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Dia bilang, anak-anak harus diajarkan bahwa beragama itu buahnya akhlak, mencintai diri sendiri, mencintai agama dan menghargai orang lain. Yang tidak kalah penting, kata dia, ialah tentang nasionalisme yang juga diajarkan.

"Bahwa mencintai negara, bangsa kita itu bagian dari iman. Itu juga perlu ditanamkan supaya nasionalisme tumbuh di kalangan siswa-siswi kita lewat pelajaran agama," tuturnya.

Kamaruddin menambahkan, saat ini Kemenag sedang melakukan finalisasi penulisan buku. Bulan Desember nanti selesai dan tersedia pada bulan Juni 2020 tahun ajaran baru. Semua buku pelajaran agama yang beredar bakal ditarik dan diganti baru.

"Penulisan bukunya kemenag, masalah penerbit ya siapa saja bisa menerbitkan. Jadi intinya substansinya di Kementerian Agama," pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Mendikbud Nadiem Dukung Rencana Menag Fachrul Rombak 155 Buku Pelajaran Agama
Penjelasan Menag Soal Penulisan Ulang Buku Pelajaran Agama Cegah Radikalisme
Tangkal Radikalisme, Kemenag Tulis Ulang Buku Pelajaran Agama
Mendikbud Tarik Buku Tema Kelas V SD Lantaran Sebut NU Organisasi Radikal
Meratapi gedung SMPN 32 terbengkalai setelah 8 bulan ambruk
Buku-buku sekolah di Saudi masih mendukung kekerasan, intoleransi, ujaran kebencian

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.