Bulan depan warga Pasaman rayakan titik kulminasi matahari

PERISTIWA | 21 Agustus 2012 00:30 Reporter : Mohamad Taufik

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mulai berancang-ancang menggelar kegiataan perayaan titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa pada tahun ini. Dikutip dari Antara, perayaan tahunan itu bakal digelar bulan depan selama sepekan oleh pemerintah daerah setempat di Kecamatan Bonjol.

"Peringatan kulminasi matahari itu akan dihelat selama satu minggu dengan kegiatan seperti bazar, atraksi kesenian dan kebudayaan Minangkabau serta kesenian asli Pasaman," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat Ricky Riswandi, Senin, (19/08).

Ricky melanjutkan, pelbagai kegiatan menyambut fenomena yang juga disebut equinox itu sudah dirancang matang. Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah grup band papan atas Indonesia. Perayaan juga dimanfaatkan buat mempromosikan pariwisata daerah ke dunia luar.

Menurut dia saban tahun perayaan itu selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Di Pasaman, sesungguhnya peringatan titik kulminasi ini bisa disaksikan selama dua kali dalam setahun, yakni pada Maret dan September. Namun perayaan cuma digelar sekali di salah satu bulan.

Tahun ini, pada Maret kemarin perayaan tidak bisa digelar karena saat itu Pasaman masih dalam suasana berduka karena banjir bandang melanda Kecamatan Simpati. Perayaan pun baru dilakukan bulan depan. Di seluruh wilayah Indonesia, fenomena langka ini cuma bisa disaksikan secara langsung di tiga Kabupaten, yakni Pasaman Sumatera Barat, Pontianak Kalimantan Barat, serta Lingga Kepulauan Riau yang dilintasi garis Khatulistiwa.

Sementara di seluruh dunia,selain Indonesia, cuma ada sembilan negara yang juga memperingati titik kulminasi matahari ini, yakni Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, Equador, Peru, Columbia dan Brazil. Titik kulminasi ini merupakan peristiwa penting bagi negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa.

Pada saat itu, matahari persis berada sejajar di atas kepala, sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di bawahnya. Pada peristiwa kulminasi, bayangan orang-orang yang berada tepat di garis khatulistiwa bakal hilang selama beberapa detik kala diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain. Peristiwa ini biasa terjadi antara 21 hingga 23 Maret dan 21 hingga 23 September. (M Taufik) (mdk/arr)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.