Bulan madu wisatawan India tewas saat arung jeram di Gianyar

PERISTIWA | 6 November 2014 13:08 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Sungai Ayung, di Kabupaten Gianyar, Bali kembali makan korban. Setelah sebelumnya beberapa tahun lalu pasangan bulan madu wisatawan asal Korea tewas, kini di lokasi yang sama Bhavik Shah asal India yang juga sedang berbulan madu, tewas saat sedang rafting.

Ironisnya, kendati sempat ditutupi oleh pihak pengelola arum jeram Tirta sungai Ayung, tewasnya Bhavik diduga akibat lambannya dan kelalaian pemandu. Ini terjadi dua hari lalu sekitar pukul 16.00 Wita, (4/11).

Informasi yang didapat, korban saat itu bersama keluarga dan istrinya Khayati Bhavik Shah, sedang menikmati derasnya arus sungai. Hingga di pusat air deras pada titik curam, tiba-tiba perahu karet yang dibawa korban membentur batu dan sempat terguling, saat itu sudah diketahui korban hilang. Namun karena derasnya air dan dahsyatnya teriakan rekan-rekan korban, hingga tidak memperhatikan kalau satu dari mereka hilang.

Saat diketahui korban tidak ada. Salah seorang pemandu yang berinisial I Wayang Rsn justru tidak terlihat panik dan memilih mencari korban dengan tidak melakukan penyisiran di pusat dugaan terjadinya kemungkinan korban hilang.

"Padahal rekan korban sudah berulang kali menegur pemandu tersebut dan menunjukkan lokasi kemungkinan hilangnya korban. Tetapi tetap saja dilakukan pencarian di luar lokasi. Ini aneh, di mana standar SOP mereka dalam bekerja," Kata IB Parta Adnyana, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Tirta dan Bahari (Gahawisri) Bali, Kamis (6/11).

Melalui Phonselnya, Parta Adnyana menyebutkan bahwa bilamana pemandu menjalankan prosedur penyelamatan pasca hilangnya korban saat itu, ada kemungkinan korban dapat diselamatkan. Artinya, kata dia bahwa pemandu dari perusahaan Bali Adventure tidak pernah mengikuti standar penyelamatan. "Ini perusahaan besar, mestinya para pemandu tau cara penyelamatan atau cara pencarian bilamana terjadi insiden," Tegasnya.

Ke depan dirinya berharap bentuk usaha yang berhubungan dengan wisata air, apapun bentuknya seluruh pemandu harus menguasai SOP. "Untuk saat ini, kita masih kumpulkan bukti-bukti. Apakah perusahaan yang bersangkutan kita kenakan sanksi, akan dipertimbangkan nanti," Ucapnya seraya meyakinkan bahwa saat itu dirinya sempat terjun melakukan pencarian bersama tim SAR hingga hari gelap. (mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.