Bule Denmark yang Kemah 12 Hari di Pantai Kuta Akhirnya Dideportasi

Bule Denmark yang Kemah 12 Hari di Pantai Kuta Akhirnya Dideportasi
PERISTIWA | 11 Februari 2020 16:07 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Turis asal Denmark bernama Jan Jonas Yakari Colom Gudman Hoyer (30) akhirnya dideportasi ke negaranya. Bule itu sempat membuat heboh karena berkemah selama 12 hari di sekitaran Pantai Kuta, Bali.

Kasi Sarana dan Komunikasi Kantor Kelas I Imigrasi Ngurah Rai Putu Suhendra mengatakan Jonas dideportasi memakai biaya sendiri pada Jumat (7/2) pukul 20.55 WITA menggunakan maskapai Aeroflot.

"Berdasarkan surat dari Satpol PP bahwa yang bersangkutan telah melanggar ketertiban umum dan hasil pemeriksaan Imigrasi yang bersangkutan sudah di pulangkan pada hari yang sama," kata Suhendra saat dihubungi, Selasa (11/2).

"Iya dengan biaya sendiri, negara tidak punya anggaran untuk memulangkan warga negara asing yang (bermasalah)," sambungnya.

Dia menyebut turis itu tetap ngotot tidak melakukan ketertiban umum dengan mendirikan kemah di kawasan Pantai Kuta, Bali.

"Cuma bilang, tidak mengganggu ketertiban umum dan di pantai itu juga tidak ada larangan untuk berkemah. Setelah dijelaskan akhirnya dia paham, bahwa sudah ada aturan dilarang berkemah di sepanjang Pantai Kuta," ujar Suhendra.

1 dari 1 halaman

Seperti yang diberitakan, diduga kehabisan uang seorang turis bernama Jan Jonas Yakari Colom Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Denmark membuat camping di kawasan Pantai Kuta hingga diamankan oleh petugas Sat Pol PP Kabupaten Badung.

"Kemungkinan kehabisan uang. Kita amankan tadi sekitar jam 9 pagi," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat dihubungi, Jumat (7/1) lalu.

Dia menerangkan, bule itu diketahui membuat kemah di Pantai Kuta karena laporan dari penjaga pantai atau securiti setempat, pada Kamis (6/2) kemarin. Kemudian, petugas langsung mengecek lokasi ternyata bule itu tidak ada.

"Kemarin sore kita cek tempat campingnya ada tapi tamunya tidak ada dan kita tungguin sampai malam dan akhirnya tadi kita cek ke sana akhirnya ditemukan bule itu tertidur," ujarnya.

"Kita bangunin dan kita kasih penjelasan bahwa ini pantai ini tidak boleh (kemah) karena pantai publik. Akhirnya bule itu menyadari dan dibongkar tempat kemahnya dan kita ajak ke kantor," ujar Suryanegara. (mdk/ray)

Baca juga:
Mabuk Jamur Kotoran Sapi, Bule Belarus Mengamuk di Bali
Terjebak di Bali Imbas Virus Corona, 61 Turis China Dijemput Pemerintah RRT
Kehabisan Uang, Turis Denmark Nekat Berkemah di Pantai Kuta Bali
Target Gaet 17 Juta Wisman Tahun ini, Pemerintah Incar Turis ASEAN
Beli Tanah dan Villa di Bali, Putri Arab Lolowah Tertipu Rp512 M

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami