Bule Gelar Pesta Seks di Bali Diduga Pakai Nama Samaran

Bule Gelar Pesta Seks di Bali Diduga Pakai Nama Samaran
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali Jamaruli Manihuruk. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 3 Juni 2021 14:25 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Bali, Jamaruli Manihuruk menegaskan sudah menurunkan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) untuk mencari keberadaan para bule yang membuat konten pesta seks di Bali.

Selain itu, Jamaruli juga menyatakan belum menemukan idenetitas asli empat bule tersebut karena mereka menggunakan nama samaran.

"Sampai saat ini data lengkapnya apakah nama tersebut nama asli atau tidak kita belum temukan. Di data, kita sudah kita cari nama tersebut tapi itu nama samaran dan kita agak kesulitan. Tapi kita masih mengumpulkan informasi dan kita harapkan dalam beberapa hari ini sudah dapat," kata Jamaruli di Kantor Kemenkum HAM Bali, Kamis (3/6).

Selain itu, dia menyebutkan bahwa sudah mengecek vila yang berada di kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, yang digunakan para bule tersebut. Namun pihaknya enggan mengatakan nama vila tersebut.

"Begitu kita dapat berita, kita langsung menurunkan tim ke lapangan. Jadi, ketika tim kita sampai di lapangan memang tempat tersebut (vila) sudah tidak disewa lagi dan orangnya sudah pada kabur," terangnya.

Selain menerjunkan Timpora, Kemenkum HAM Bali juga bekerja sama dengan polisi dan Pemerintah Daerah untuk menemukan keberadaan para bule tersebut. Selain itu, pihaknya memperkirakan bahwa para bule tersebut masih berada di Pulau Bali.

"Dan mudah-mudahan ini juga membuahkan hasilnya. Diperkirakan masih di Bali. Namanya-namanya di Twitter sering kali diganti namanya, ini yang menyulitkan. Jadi selama data yang asli belum ditemukan kita agak kesulitan, tapi saya rasa pengalaman kami sebelumnya walupun disamarkan, iya ditemukan juga," jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengatakan jika dilihat dari posting-an video yang beredar baru dua hari yang lalu. Namun apakah postingan itu di-upload saat ada di vila pihaknya belum mengetahui.

"Itu ada empat orang asingnya dan tambah satu orang lokal. Diperkirakan dari Eropa Timur cuma kami masih ini ragu," ungkapnya.

Sementara, untuk orang pemain lokal yang ikut dalam konten tersebut juga sedang dilakukan pencarian oleh pihak kepolisian. Ia menyatakan, bahwa para bule tersebut tersandung kasus pidana umum dan tentu setelah dipidana akan dilaksanakan pendeportasian ke negara asalnya.

"Itu pidana umum itu jadi nanti biar polisi bukan Imigrasi. Tapi nanti akan ada rekomendasi dari instansi lain. Kita melakukan deportasi kalau misalnya instansi lain menyidik nanti dihukum penjara setelah dipenjara langsung dipulangkan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan petugas di pelabuhan di Bali, agar mereka tidak bisa kabur keluar Bali dan bisa ditangkap.

"Kita minta tolong pada polisi agar memperhatikan dan mengawasi orang-orang asing yang melakukan perlintasan di pelabuhan (domestik)," ujar Jamaruli.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, konten video pesta seks atau porno berdurasi pendek beredar di media sosial. Dalam adegan itu, diperankan empat bule dan satu orang lokal di sebuah vila yang ada di Bali.

Di media sosial, bahkan tidak hanya satu video yang berdurasi pendek dibuat tetapi ada beberapa dan disebar oleh bule yang menjadi pemerannya di akun media sosial. (mdk/cob)

Baca juga:
Imigrasi Bali Kejar WNA Diduga Gelar Pesta Seks di Sebuah Villa
Kebocoran Gas Picu Ledakan di Badung, Bule Prancis Terbakar
Miliki 94,02 Gram Kokain, Bule Italia di Bali Ditangkap
Beda Pelayanan kepada Tamu Lokal dan Turis Asing di Bali Jadi Viral
Bule Kanada yang Gelar Kelas Orgasme di Bali Langsung Dideportasi
WN Italia yang jadi Gelandangan dan Pengemis di Bali Segera Dideportasi

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami