Bule Kanada yang Gelar Kelas Orgasme di Bali Langsung Dideportasi

Bule Kanada yang Gelar Kelas Orgasme di Bali Langsung Dideportasi
Bule Kanada yang Gelar Kelas Orgasme di Bali, Langsung Dideportasi. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 9 Mei 2021 16:31 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Warga Negara Asing (WNA) asal Kanada benama Cristopher Kayle Martin (38) yang mempromosikan kelas orgasme di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, dideportasi oleh petugas imigrasi Bali.

"Kepada yang bersangkutan, dikenakan tindakan administrasi keimigrasian yaitu dideportasi kembali ke negaranya. Dan namanya dimasukkan ke dalam daftar tangkal (masuk Indonesia)," kata Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk di Kantor Kemenkumham Bali, Minggu (9/5)

Bule tersebut ditangkap pada Jumat (6/5) di tempat tinggalnya di sebuah vila di Pecatu, Kabupaten Badung, Bali. Sekitar pukul 17.00 Wita. Dia langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Denpasar, Bali.

Dari hasil pemeriksaan, bule tersebut mengakui bahwa acara Yoga Tantric Full Body Orgasm sudah lama diiklankan dan lupa dihapus. Acara itu direncanakan pada tahun 2020 di Karma House Of Tattoos di Jalan Penestanan, Ubud, Bali. Namun ditunda hingga tahun 2021 karena bule tersebut tidak memiliki sertifikat sebagai instruktur yoga dan tidak memiliki izin kerja.

Cristopher Kayle Martin masuk Indonesia menggunakan izin tinggal kunjungan dan tinggal di Bali. Dia melanggar pasal 75 huruf a Undang-undang No 6, Tahun 2016 tentang keimigrasian.

Cristopher Kayle Martin masuk Indonesia menggunakan izin tinggal kunjungan dan tinggal di Bali. Dia melanggar pasal 75 huruf a Undang-undang No 6, Tahun 2016 tentang keimigrasian.

Dia langsung dideportasi hari ini pada pukul 15.20 Wita dan direncanakan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 16.50 WIB. Kemudian, melanjutkan penerbangan dari Jakarta ke Doha lalu Kanada menggunakan penerbangan Qatar Airways pada Senin (10/5) dini Hari pukul 01.00 Wita.

"Kami, berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan Bangsa Indonesia dan menindak tegas segala pelaku pelanggaran yang mencoreng nama baik dan martabat Indonesia," ujarnya.

Dia juga menyampaikan, sesuai arahan Gubernur Bali menghimbau masyarakat di seluruh wilayah Bali, para pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat dan komponen masyarakat lainnya, agar proaktif memantau dan melaporkan berbagai jenis praktik yang dilakukan oleh warga negara asing dan warga lainnya kepada pihak berwenang atau memuat di media sosial supaya bisa diambil tindakan tegas.

"Sesuai arahan Gubernur Bali, menghimbau kepada semua WNA yang
berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara di hadapan dunia," ujar Jamaruli.

Seperti diberitakan, kelas orgasme kembali muncul di Bali dengan menggunakan sebuah promosi,"Tantric Full Body Orgasm" pada Kamis (6/5).

Penyelenggara yang belum diketahui identitasnya ini, mempromosikan kelas orgasme melalaui website eventbrite, dan itu akan digelar pada Sabtu (8/5) pukul 10.00 hingga 18.00 Wita mendatang. Acara itu, akan digelar di sebuah tempat di Jalan Penestanan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Sementara, untuk tarif pendaftaran di website itu dipatok 20 euro atau setara sekitar Rp 340 ribu per orang.

Selain itu, sebelumnya kelas orgasme perna muncul di Bali yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernama Andrew Irvine Bares (50).

Bule itu, akan melakukan acara kelas orgasme pada Sabtu (6/3) hingga Selasa (9/3) di sebuah hotel di Ubud dengan tarif 500 dolar AS atau setara Rp7,2 juta per orang. Namun, acara itu tak sampai terjadi karena bule tersebut ditangkap lalu dideportasi oleh imigrasi Bali. (mdk/noe)

Baca juga:
WN Kanada yang Gelar Kelas Orgasme Ditangkap Imigrasi Bali
Polisi Sebut Lokasi Kelas Orgasme di Bali Tutup Sejak Pandemi Covid-19
Promosi Kelas Orgasme Kembali Muncul di Bali
WN Italia yang jadi Gelandangan dan Pengemis di Bali Segera Dideportasi
Ekspresi Bule Rusia Dideportasi Akibat Prank Lukis Masker di Wajah
Tak Bisa Mudik, Bule Italia Terlantar dan Mengemis di Bali Selama Setahun
Gubernur Bali Mengaku Ditegur Banyak Menteri Saat WNA Langgar Prokes

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami