Buntut Penangkapan Anggota JAD di Bali, Polisi Perketat Keamanan Lokasi Wisata

PERISTIWA | 14 Oktober 2019 13:30 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Tertangkapnya dua orang terduga teroris atau yang diduga jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) di wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (10/10) dini hari lalu.

Pihak kepolisian Bali atau khususnya Polresta Denpasar memperketat keamanan. Karena, dua orang tersebut juga diketahui tinggal di sebuah indekos di Jalan Sedap Malam, Nomor 132, Denpasar Timur, Bali.

"Yang pertama perlu diketahui dengan penangkapan tersebut menandakan bahwa sel-sel dari kelompok mereka itu ada di Bali. Yang jelas tanda-tanda seperti itu orang-orang seperti itu ada," kata Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra saat ditemui, di Peringatan Tragedi Bom Bali, di Groud Zero, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (12/10) sore.

Ia juga menjelaskan, dengan tertangkapnya terduga teroris jaringan JAD ayah dan anak AT dan ZA itu. Semua elemen masyarakat diminta harus terlibat untuk pengamanan wilayah Bali dan bukan hanya Polisi dan TNI saja.

"Artinya dengan ada yang ketangkap, semua pihak jangan hanya polisi saja, jangan hanya TNI saja tapi semua elemen masyarakat harus terlibat dengan mengamankan ke ajegan Bali," imbuhnya.

Gatra juga menyampaikan, untuk peningkatan dari pihak kepolisian Polresta Denpasar tentu lebih ditingkatkan dengan adanya peristiwa itu.

"Iya ada, seperti teman-teman yang kita ketahui kita kan sudah gelar pasukan dan kekuatan personil dan sarana prasarana ini menandakan eskalasi pengamanan di wilayah Denpasar khususnya, ada peningkatan," ujarnya.

"Kemudian yang kedua berkaitan dengan pengamanan-pengamanan kegiatan. Jadi berdasarkan kejadian yang terjadi di luar wilayah Bali itu menjadikan rekomendasi, bahwa kita tidak boleh menganggap Bali ini selalu aman," sambung Gatra.

Gatra juga mengatakan, untuk daerah yang disisir untuk pengamanan di wilayah hukum Denpasar adalah lokasi-lokasi indekos untuk mensosialisasikan pengamanan.

"Berkaitan lokasi dan titik-titik yang disisir, Bapak Kapolresta sudah mengumpulkan para pejabatnya kemarin. Jadi dalam Vicon (video conference) dengan Bapak Kapolri. Selesai vicon, dia (Kapolresta) mengarahkan khususnya dari Unit-unit Binmas (Pembina Masyarakat)," ujarnya.

"(Kemudian) Unit-unit intelijen dan pengembang dan pembinaan serta penyuluhan itu wajib masuk ke komunitas-komunitas seperti kelompok pemilik rumah kos. Kemudian kelompok-kelompok dari lokasi yang digunakan tempat tinggal pendatang," imbuh Gatra.

Gatra juga menjelaskan, bahwa Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan juga sudah memerintahkan supaya para personil aksen agar para aparat bergerak.

"Jadi sekali lagi, himbauan masyarakat jangan berpikir polisi itu hanya sendiri jadi kita harus dibantu oleh TNI dan juga pengamanan oleh instansi dan juga dari (Desa) adat. Ini dari adat juga sangat berperan sekarang. Kita tidak boleh kecolongan lagi, karena kita sudah dua kali ini dan ini pelajaran khususnya di Bali," ujarnya.

Gatra juga menjelaskan, untuk melakukan tempat-tempat yang diatensi di wilayah Bali. Khususnya di Denpasar tentu adalah pusat pariwisata untuk menjaga keamanan para wisatawan.

"Iya pasti seperti obyek vital, seperti pelabuhan, Bandara, termasuk pusat-pusat kunjungan wisata itu menjadi atensi. Termasuk Mall-mall karena kita tidak tau dimana itu bisa terjadi. Makannya mari kita sepakati, bahwa kejahatan akan terjadi karena ada peluang sehingga niat akan muncul," ujar Gatra.

Seperti yang diberitakan, Densus 88 Polri dan tim dari CTOC Polda Bali menangkap dua orang terduga teroris atau dua anggota yang diduga jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Mereka ditangkap di Kabupaten Jembarana, Bali, Kamis (10/10) lalu. Kepala Bidang Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, mengatakan, polisi berhasil menangkap dua terduga teroris di Bali. Menurut Hengky, dua terduga teroris tersebut berinisial AT dan ZAI.

"Betul telah ditangkap di Bali atas nama AT dan ZAI di wilayah Bali," kata Kombes Hengky Widjaja, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/10) lalu.

Hengky juga menjelaskan, Densus 88 Polri dan tim CTOC Polda Bali, saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap dua terduga teroris AT dan ZAI.

Ia menambahkan, bahwa kedua terduga AT dan ZAI adalah orang tua dan anaknya dan masih menjalani pemeriksaan. Mereka diduga berbaiat kepada pimpinan kelompok radikal ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. Kemudian, terduga AT mempunyai hubungan dekat dengan Abu Rara yang merupakan pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto di Banten, dan berada dalam satu grup "Menanti Al Mahdi" serta mengetahui niatan Abu Rara untuk melakukan amaliyah.

"Terduga AT sudah menyiapkan panah, air soft gun dan sangkur yang diduga bertujuan untuk amaliyah di wilayah Bali," ujar Hengky.

Baca juga:
Tangkap Terduga Teroris di Poso, Densus 88 Temukan Alat Pembuat Bom Rakitan
Tangkap Terduga Teroris di Cirebon, Densus Sita Buku & Belati Kecil
Ma'ruf Amin Ingin Penanganan Terorisme Tidak Represif
Terduga Teroris yang Rumahnya Digeledah Adalah Driver Ojek Online
Geledah Rumah Terduga Teroris di Tambun, Ini Daftar Barang Ditemukan Polisi

(mdk/rhm)