Buntut Tawuran Pendukung Paslon, KPU Kabupaten Malaka Tunda Jadwal Kampanye Pilkada

Buntut Tawuran Pendukung Paslon, KPU Kabupaten Malaka Tunda Jadwal Kampanye Pilkada
PERISTIWA | 30 November 2020 01:33 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, menunda pelaksanaan kampanye pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati periode 2021-2025. Penundaan ini dilakukan usai aksi tawuran pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Malaka.

Penundaan kampanye itu tertuang dalam surat keputusan KPU Kabupaten Malaka nomor 219/PL.02.04 Kpt/5321/KPU-Kab/XI/2020 tanggal 28 November 2020 tentang penundaan kampanye bagi pasangan calon pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Malaka tahun 2020.

Dalam surat yang ditandatangani ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak ini terdapat sejumlah poin. Pertama, menetapkan penundaan kampanye bagi pasangan calon Simon Nahak - Louise Lucky Taolin (SN-KT) dan pasangan calon dr Stefanus Bria Seran -Wendelinus Taolin (SBS-WT).

Kedua, penundaan kampanye berlaku untuk metode kampanye pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka selama tiga hari terhitung dari tanggal 29 November hingga 1 Desember 2020. Ketiga, partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon atau tim kampanye wajib menindaklanjuti keputusan yang ada.

Sebelumnya diberitakan, Polres Malaka membubarkan aksi tawuran warga yang diduga simpatisan dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati peserta Pilkada Tahun 2020, di Kecamatan Weliman.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Johanes Bangun menjelaskan, aksi tawuran tersebut terjadi tepatnya di Jembatan Benanai, Desa Haitimuk yang dilakukan oleh masa simpatisan kedua Paslon yakni Simon Nahak - Kim Taolin (SN-KT) dan Stef Bria Seran - Wendelinus Taoilin (SBS - WT).

"Atas kesiapan Personel Polres Malaka, aksi tawuran itu berhasil dibubarkan. Dari kejadian ini, kita (Polres Malaka) amankan 13 orang beserta barang bukti", katanya, Sabtu (28/11).

Mereka diamankan karena diduga mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam (Sajam) dan kayu bahkan batu, untuk tawuran. Inisial 13 pelaku yakni, YL (21), DS (20), GS (22), DS (20), OB (25), SK (17), KM (21), ADC (17), HL (18), RA (20), SNL (21), SM (20) dan YU (20).

"Selain senjata tajam yang kita amankan, ada juga kita amankan satu unit mobil pick up, ketapel, kayu, batu dan panah," ungkap Jo Bangun.

Saat ini ke 13 orang tersebut beserta barang bukti sementara ditahan di Mapolres Malaka, guna proses hukum lebih lanjut.

"Kita tidak akan segan-segan menindak tegas apabila ada tindakan anarkis dari siapapun. Mereka yang melanggar dan membuat keributan saat pilkada akan diproses sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kami harapkan masyarakat tetap menjaga situasi tetap aman dan tidak terprovokasi," tegasnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Menangkan Gibran, Golkar Solo Lakukan Gerakan Politik di 24 Titik
Bobby Nasution Ingin Anak SD di Medan Pandai Baca Alquran
Tawuran Antar-Simpatisan Paslon Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap
Mobil Dinas Pemkab Bandung Diduga Digunakan untuk Kampanye Pilkada
Jadi Jurkam, Ustaz Abdul Somad Diminta Doakan Semua Paslon Pilkada di Riau

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami