Bunuh Istri dengan Terencana, Praka Marten Lolos dari Hukuman Mati

Bunuh Istri dengan Terencana, Praka Marten Lolos dari Hukuman Mati
PERISTIWA | 24 November 2020 19:36 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Praka Marten Priadanata Candra terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya, Ayu Lestari (26). Personel TNI AD yang petugas di Korem 023/KS ini dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan dipecat dari dinas militer.

Putusan dibacakan di Ruang Sisingamangaraja XII Pengadilan Militer I-02 Medan, Selasa (24/11). Dikutip dari laman resmi pengadilan http://dilmil-medan.go.id/, hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Letkol Sus Sarifuddin Tarigan.

Praka Marten dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Dia telah dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yang dilakukan secara bersama-sama selingkuhan dan seorang temannya.

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan. Sebelumnya Oditur Militer Mayor CHK Sri Amansyah menuntut agar Marten dijatuhi pidana mati dan dikenakan pidana tambahan dipecat dari dinas militer.

Di ujung sidang, majelis hakim menanyakan sikap terdakwa dan oditur militer. Kedua pihak menyatakan pikir-pikir. Mereka diberi waktu 7 hari untuk menyampaikan sikapnya.

Pembunuhan terhadap Ayu terjadi di Jalan Baru, Kelurahan Sihaporas Nauli, Pandan, Tapteng, pada 9 April 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan rekonstruksi yang digelar di Mapolres Tapteng, pembunuhan ini direncanakan di salah satu rumah kos di Pandan. Motifnya ketidakharmonisan rumah tangga dan adanya wanita lain.

Marten bersama wanita selingkuhannya, Winda Nopiyanti Simanjuntak (26 ) dan teman mereka Samaria Magdalena Simatupang (30), berencana membuat pembunuhan itu seakan-akan ulah begal.

Marten kemudian mempersiapkan besi ulir yang akan digunakan untuk memukul bagian belakang kepala korban. Untuk melaksanakan rencana pembunuhan itu, sekitar pukul 21.30 WIB, Marten membawa Ayu naik sepeda motor ke Jalan Baru, yang menjadi lokasi eksekusi. Selingkuhan dan seorang temannya yang berboncengan dengan sepeda motor lain kemudian memepet kendaraan mereka dan memukul kepala korban dengan besi.

Setelah korban terjatuh, Marten ikut memukul kepala Ayu menggunakan besi ulir. Dia kemudian menyeret jasad istrinya ke semak-semak. Selanjutnya ketiga pelaku meninggalkan lokasi.

Seminggu berselang, Marten melaporkan hilangnya Ayu dan sepeda motornya. Tengkorak dan tulang- belulang korban akhirnya ditemukan petugas berserak di lokasi itu pada Rabu (20/5). Dari penyelidikan yang dilakukan, perempuan itu ternyata dibunuh suaminya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Merasa Tak Dihargai, Warga OKI Tembak Kepala Tetangganya di Masjid Hingga Tewas
Pembunuh Pria Bersimbah Darah di Tengah Jalan Tangerang Ditangkap, Motif Sakit Hati
Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Pembunuh Pria Dikubur di Kontrakan Sawangan Depok
Cerita Pelarian Kakak Adik Pelaku Pembunuhan di Palembang
Siap Jalani Proses Hukum, Pembunuh Kakak di Depok Minta Maaf pada Calon Istri
Takut Ditagih Utang, Alasan AS Bunuh Kekasih Gelap Usai Kencan di Kost

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami