Bupati Akui Penyebab Kasus DBD di Sikka Karena Buruknya Drainase

Bupati Akui Penyebab Kasus DBD di Sikka Karena Buruknya Drainase
suasana ruang perawata DBD di Sikka, NTT. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 11 Maret 2020 14:18 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengakui kasus luar biasa Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di kabupaten lantaran buruknya sistem drainase. Akibatnya, banyak genangan air ketika masuk musim penghujan.

"Jadi salah satu penyebab tingginya demam berdarah di kabupaten ini adalah drainase yang buruk," katanya kepada wartawan saat ditemui di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/3).

Saat ini, lanjutnya, terdapat sembilan genangan air di wilayahnya yang berubah menjadi sarang nyamuk. Imbasnya, pasien kasus DBD di 21 kecamatan di kabupaten tersebut yang meninggal meningkat.

Hingga saat ini jumlah kasus DBD yang ada di Kabupaten Sikka sudah mencapai 1.216 kasus dengan korban yang meninggal mencapai 14 orang.

Sementara itu ia juga mengatakan seluruh kecamatan di kabupaten itu yang berjumlah 21 kecamatan sudah terkena kasus DBD dan dari 21 kecamatan itu terdapat tiga kecamatan yang menjadi penyumbang terbanyak kasus DBD yakni Kecamatan Magapanda 172 kasus, Kecamatan Nita 149 kasus dan Kecamatan Alok 134 kasus.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk memperbaiki infrastruktur drainase di daerah itu bupati menegaskan bahwa selama tahun 2020 ini pihaknya akan menggeser anggaran untuk memperbaiki dan membangun drainase yang lebih baik lagi.

"Tahun ini beberapa anggaran akan kita geser yang kami rasa kurang bermanfaat, sebab tahun ini kita lebih fokus pada masalah kesehatan dan lingkungan," tambah dia.

Ia juga mengatakan selain masalah drainase, kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab meningkatnya kasus DBD di kabupaten itu. Disamping itu juga masalah seperti perubahan iklim juga menjadi salah satu faktor.

"Tingkat kesadaran kita semua untuk menjaga kebersihan masih kurang. Yaa kita semua salah, pemerintah dan masyarakat, " tutur dia seperti diberitakan Antara.

Oleh karena itu kata dia, kasus meningkatnya DBD itu menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sikka untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar agar menjadi bersih. (mdk/rhm)

Baca juga:
Komisi IX DPR: Pemerintah Jangan Kesampingkan Wabah DBD
Pemkab Sikka Tetapkan Kasus DBD Tahun 2020 Terparah Sepanjang Sejarah
17 Orang di Jawa Tengah Meninggal Akibat Demam Berdarah
Jumlah Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Bertambah Jadi 37 Orang
Bukan Corona, Virus Ini juga Mengerikan di Indonesia Korbannya Capai Ribuan
Anggaran Pencegahan Capai Rp1,4 Miliar, Penderita DBD di Tangsel Malah Naik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami