Bupati Anas dan Tokoh Lintas Agama Konsolidasi New Normal Keagamaan

Bupati Anas dan Tokoh Lintas Agama Konsolidasi New Normal Keagamaan
PERISTIWA » BANYUWANGI | 1 Juni 2020 19:55 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Sembari menunggu instruksi dari pemerintah pusat, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar pertemuan dengan tokoh lintas agama terkait penerapan ibadah keagamaan di era "normal baru" mendatang. Kementerian Agama (Kemenag) RI sendiri telah menerbitkan aturan terkait penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Hadir dalam rakor tersebut Ketua MUI Muhamad Yamin, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng, Ketua Walubi Banyuwangi Eka Wahyu, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi Suminto. Tokoh Katolik Pendeta Romo Fadjar Tedjo Soekarno dan Ketua Tri Dharma Indra Tjahjana. Semua hadir bersama pengurus ibadah.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, terkait aturan terbaru dari Kemenag, maka hal ini harus segera disikapi dengan memastikan bahwa panduan yang telah dikeluarkan tersebut benar-benar dijalankan agar kegiatan peribadatan bisa berjalan dengan aman.

"Tentunya SE ini menjadi angin segar bagi warga yang sudah rindu untuk beribadah di masjid, gereja atu rumah ibadah lainnya. Tapi harus diingat, jangan sampai ada cluster baru penularan Covid 19 dari rumah ibadah, hanya karena warga antusias menyambut dibukanya rumah ibadah," kata Anas di Pendopo, Senin (1/6).

Anas pun menyebut jika nantinya aktivitas keagamaan di rumah ibadah di era new normal harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ada kewajiban yang harus ditaati baik oleh pengurus rumah ibadah maupun warga yang akan beribadah.

"Kami berharap agar pengurus maupun pengelola rumah ibadah bisa menerapkan panduan new normal di rumah ibadah dengan baik. Serta mengajak jemaah atau umat juga bisa mengikuti aturan tersebut," ujar Anas.

"Sebagai tahap awal akan dilakukan simulasi di beberapa rumah ibadah, untuk memastikan protokol dijalankan. Bila yang satu sudah berhasil, maka bisa menjadi contoh bagi yang lain," katanya.

Anas pun lalu meminta berdialog dengan tokoh agama tersebut terkait pelaksanaan ibadah ke depan. Anas ingin memastikan bahwa semua protokol dijalankan dengan baik. Di antaranya, jaminan area tempat ibadah tidak terdapat pasien positif covid 19, desinfeksi berkala rumah ibadah, ada fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer.

"Jangan lupa diusahakan ada thermo gun, dan jangan menerapkan pembatasan jarak minimal satu meter. Masker wajib dipakai. Orang rentan sakit, usia renta, dan anak-anak upayakan beribadah di rumah selama pandemi ini, karena mereka resiko tinggi," kata Anas.

Sementara itu sejumlah tokoh lintas agama mengungkapkan kesiapan mereka melakukan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah. Salah satunya Ketua BAMAG Pendeta Anang yang mengatakan jika selama ini gereja yang dinaunginya telah menjalankan protokol Kesehatan Covid 19 dengan membatasi jumlah jemaat dalam kegiatan peribadatan.

"Sejak pemkab gencar sosialisasi covid 19, peribadatan kami lakukan dengan sangat terbatas di gereja. Ibadah hanya diisi setengah jemaat gereja," kata Pendeta Anang.

Terkait new normal, bahkan pihak gereja juga sudah mulai memberlakukan kuota di setiap pelaksanaan ibadah. "Kami batasi 30 jemaah setiap yang hadir, hanya 40 persennya dari kapasitas gereja. Ibadah raya kami di hari Minggu kami buat dua kali," kata Pendeta Anang.

Demikian halnya dengan Romo Fadjar, Pastur Paroki Gereja Santo Paulus, Jajag. Selama Pandemi telah dilakukan penyesuaian ibadah dengan memanfaatkan teknologi hingga menambah jadwal misa. Seperti saat paskah lalu dilakukan misa secara streaming.

"Untuk new normal, kegiatan misa kami ada seminggu itu hingga sembilan kali sebagai implementasi physical distancing. Jemaat kami batasi maksimal 10 orang dalam satu kali ibadah," kata Romo Fadjar.

Selain itu protokol kesehatan lainnya juga wajib dijalankan oleh jemaat sebelum masuk gereja seperti cuci tangan, pakai masker, dan pengecekan suhu tubuh.

"Bahkan sebelum kegiatan komuni, harus pakai hand sanitizer. Selama misa, jendela gereja dibuka semua agar sirkulasi udara terjaga. Jadi apabila pemberlakuan new normal tempat ibadah kami sudah siap," ujar Romo Fadjar. (mdk/hrs)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5