Bupati Banyuwangi Minta Pengurus Rumah Ibadah Perketat Protokol Kesehatan

Bupati Banyuwangi Minta Pengurus Rumah Ibadah Perketat Protokol Kesehatan
PERISTIWA » BANYUWANGI | 5 Juli 2020 08:03 Reporter : Mohammad Ulil Albab

Merdeka.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta kepada pengurus rumah ibadah agar memperketat pengawasan menjalani protokol kesehatan pencegahan Corona (Covid-19). Anas juga meminta agar para pengurus tempat ibadah tegas memberikan teguran hingga sanksi kepada jemaah yang melanggar protokol kesehatan.

"Misalnya, kalau ada warga yang ke Gereja atau Masjid tidak memakai masker, jangan sungkan untuk menolak agar mereka tahu kalau protokol ini penting," ujar Anas saat bertemu dengan para pendeta yang tergabung dalam Badan Musyawarah antar Gereja (Bamag) di Pendopo Kabupaten, Sabtu (4/7).

Anas mengatakan, simulasi peribadatan di era kebiasaan baru sudah mulai dilakukan di sejumlah rumah ibadah di Banyuwangi, mulai dari Masjid, Mushola, hingga Gereja. Tetap disiplin jalani protokol kesehatan, katanya wajib dilakukan agar kegiatan peribadatan bisa berjalan dengan nyaman dan aman dari Covid-19.

"Masjid, Gereja, maupun tempat ibadah yang lain sudah banyak yang dibuka. Kami minta agar pengelola rumah ibadah tetap disiplin menerapkan panduan new normal di tempat ibadah. Serta terus mengingatkan jemaahnya agar selalu patuh mengikuti aturan tersebut," katanya.

Menurutnya, bila rumah ibadah patuh menerapkan protokol Covid-19, maka akan menjadi contoh bagi masyarakat yang memiliki usaha maupun kegiatan yang berpotensi berinteraksi dengan banyak orang.

"Ini akan jadi contoh bagi umat yang punya latar belakang berbeda-beda. Misalnya, kalau ada pemilik kafe pasti dia akan ikut menerapkan protokol tersebut di tempat usahanya. Maka, teladan dari para pemuka agama ini penting," jelasnya.

Selain kepada umat, Anas juga meminta agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut berperan aktif melakukan pendisiplinan kepada warga di sekelilingnya tentang pentingnya memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, hingga tidak bepergian ke luar daerah, utamanya zona merah.

"Ini bisa disiasati dengan membentuk gugus tugas di masing-masing tempat ibadah. Gugus tugas ini diharapkan aktif keliling mengingatkan warga tentang protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19," kata Anas.

Sementara itu, Ketua BAMAG Pendeta Anang mengungkapkan kesiapannya untuk lebih kengedepankan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah di Gereja. Dia mengatakan sejak mulai melakukan simulasi new normal awal Juni lalu, Gereja yang dinaunginya telah menjalankan protokol Kesehatan Covid 19. Salah satunya, membatasi jumlah jemaat dalam kegiatan peribadatan.

"Sejak simulasi new normal, peribadatan kami lakukan dengan sangat terbatas di gereja. Ibadah hanya diisi setengah jemaat gereja. Para jemaat juga kami wajibkan memakai masker dan jaga jarak. Untuk menghindari melubernya jemaat, Ibadah raya kami di hari Minggu kami buat dua kali," kata Anang. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami