Bupati Banyuwangi: Yang Sudah Keluar Grup WA karena Politik, Ayo Minta Di-Invite Lagi

PERISTIWA » BANYUWANGI | 17 April 2019 11:45 Reporter : Rizlia Khairun Nisa

Merdeka.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggunakan hak pilihnya di TPS 003 di kampung kelahirannya, Karangdoro, sekitar satu jam dari pusat kota Banyuwangi. Berkemeja putih dan bersarung merah, Anas didampingi istrinya, Ipuk Fiestiandani.

Anas hadir di TPS sekitar pukul 10.50 setelah berkeliling ke sejumlah kecamatan untuk memantau pelaksanaan pemilu sekaligus mengajak warga agar tidak golput. Berjalan kaki sekitar 100 meter dari rumahnya, Anas tampak menyapa warga sambil mengajak bersama-sama ke TPS.

Anas ikut mengantre sekitar 15 menit sebelum menggunakan hak pilihnya. Dia lalu memasukkan satu per satu dari lima kertas suara yang ada ke masing-masing kotak yang tersedia. Anas kemudian mencelupkan jempolnya ke wadah tinta yang disediakan di meja penyelenggara pemungutan suara.

"Alhamdulillah, saya lihat partisipasi cukup tinggi ya. Tadi saya keliling beberapa TPS, antusiasme warga tinggi," ujar Anas seusai mencoblos.

Anas berharap, pasca-pemilu, semua warga yang sempat berbeda pilihan politik kembali bersilaturahim. Nilai-nilai persaudaraan harus terus dijaga, meski ada perbedaan politik.

"Pemilu ini ajang lima tahunan, sedangkan persahabatan dan persaudaraan berjalan selamanya. Eman-eman kalau cuma gara-gara beda pilihan politik, kita sampai bertengkar," ujarnya.

"Yang sudah left grup WhatsApp gara-gara debat dengan temannya, karena beda 01 dan 02, segera minta di-invite lagi. Jalin kembali silaturahim," imbuh Anas sambil tertawa.

Ditanya mengenai pilihan politiknya, Anas hanya tersenyum dan menjawab singkat, "Sudah tahu kok nanya."

(mdk/hhw)