Bupati Bogor: Banyak Jalan Tikus sehingga Puncak Macet Terus

Bupati Bogor: Banyak Jalan Tikus sehingga Puncak Macet Terus
PERISTIWA | 15 Juni 2020 16:11 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Kepadatan kendaraan kerap terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dalam beberapa akhir pekan terakhir, meski belum ada lokasi wisata yang buka secara resmi. Bupati Bogor, Ade Yasin menuturkan keberadaan jalur 'tikus' merupakan salah satu faktor penyebab kemacetan. Selain itu, jalur tidak resmi tersebut membuat penyekatan yang dilakukan petugas menjadi sia-sia.

"Arah ke Puncak banyak jalan tikusnya. Ini yang dimanfaatkan kendaraan terutama roda dua, sehingga Puncak macet terus," kata Ade Yasin.

Di mengungkapkan, Pemkab Bogor mengimbau masyarakat dari luar Bogor agar tidak berbondong-bondong ke Puncak. "Karena rata-rata dari luar Bogor pelat kendaraannya. Tunggu saja sampai kondisi membaik," tegasnya.

Sementara itu Camat Cisarua, Deni Humaedi menjelaskan, pengunjung yang datang ke Puncak, didominasi oleh mereka yang berasal di Jakarta, terlihat dari nomor polisi kendaraan yang digunakan.

"Itu kemarin karena pengaruh akses ke Puncak yang mulai buka. Wisata yang resmi mah belum buka. Tapi mereka (pengunjung) di pinggir jalan dan mayoritas pelat B," kata Deni, Senin (15/6).

Kata dia, sasaran para pengunjung adalah ingin menikmati pemandangan kebun teh, kemudian parkir di sepanjang Jalan Raya Puncak. Mulai dari Rest Area Gunungmas hingga ke Puncak Pas Rindu Alam hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

"Tempat wisata atau wahana belum ada yang buka secara resmi. Karena masih dalam pemberlakuan PSBB proporsional sampai 2 Juli. Mayoritas yang datang memang kendaraan roda dua dan roda empat itu pelat B," kata dia.

Untuk mengantisipasi kepadatan pengendara terulang kembali, Deni berharap bantuan dari seluruh pihak untuk ikut memperketat titik-titik kerumunan di Puncak.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif, agar mengurangi kerumunan. Kami juga mohon bantuan para pihak terkait untuk bersama mengatasi kondisi ini," kata Deni.

Dia menegaskan, Puncak belum aman dari pandemi Covid-19. Agar tidak ada penderita atau kasus positif dari Cisarua, dia berharap masyarakat menahan diri untuk datang secara berbondong-bondong.

"Jangan lupakan juga protokol kesehatannya. Karena Kabupaten Bogor ini masih berada pada level berat," kata Deni. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami