Bupati Bogor Berencana Gusur Sawah Demi Bangun Waduk Tanggulangi Banjir

Bupati Bogor Berencana Gusur Sawah Demi Bangun Waduk Tanggulangi Banjir
Bupati Bogor Ade Yasin. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali
PERISTIWA | 23 April 2021 15:46 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin rela kehilangan areal persawahan, demi pembangunan kantung-kantung air (waduk) untuk mengurangi potensi banjir di DKI Jakarta. Menurutnya, pembangunan waduk bisa menjadi solusi pelestarian lingkungan.

Kata Ade, ada lima waduk yang sedang dan akan dibangun di Kabupaten Bogor. Yakni Waduk Sukamahi dan Cipayung di Megamendung, Waduk Cibeet di Kecamatan Cariu, Waduk Cijurey di Kecamatan Tanjungsari dan Waduk Narogong di Kecamatan Citeureup.

Kata Ade, demi pembangunan waduk-waduk itu, akan ada beberapa areal sawah akan beralih fungsi. Namun, kata dia, waduk itu akan berguna sebagai penampung air kala hujan dan menjadi sumber air untuk sawah-sawah di sekitarnya saat musim kemarau.

"Meskipun harus mengorbankan beberapa lahan sawah, seperti di Cibeet dan Cijurey, tapi untuk kepentingan bersama, maka harus ada yang dikorbankan sawahnya meski memiliki potensi bagus," kata Ade Yasin, Jumat (23/4).

Dia menilai, hal itu merupakan wujud keseriusan Pemkab Bogor dalam menangani masalah bencana di wilayah rawan banjir. Karena tidak dipungkiri, Bogor selalu disalahkan saat musim penghujan kemudian terjadi banjir di kawasan hilir, seperti DKI Jakarta.

"Kami juga sudah kerjasama dan komunikasi dengan daerah tetangga, seperti Bekasi, Jakarta dan Depok untuk berkolaborasi menangani kawasan hulu di Kabupaten Bogor," jelas Ade.

Ade mengaku jengah terus menerus dituding jika Kabupaten Bogor sebagai biang keladi banjir. Memang Bogor berada di hulu yang aliran sungainya langsung menuju Jakarta. Maka, dia selalu berupaya melakukan konservasi di Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Kabupaten Bogor memiliki sembilan aliran sungai. Cisadane dan Ciliwung itu langsung mengalir ke Jakarta. Ada juga yang lintasan seperti Sungai Cileungsi, Cikeas, Cidurian, Ciaruten, Cibeet. Ini juga sering dituding jadi biang banjir. Makanya ayo sama-sama kita perbaiki kawasan hulu. Jangan kami terus disalahkan," tegas politisi PPP itu.

Di lain sisi, Kabupaten Bogor juga sudah disibukkan dengan kerawanan terhadap bencana alam, khususnya tanah longsor. Mengingat topografi berupa pegunungan. Bencana semacam ini tidak bisa dihindari.

"Salah satu upaya konservasi lingkungan yang kita lakukan salah satunya melakukan penanaman puluhan ribu veritifer secara masal di daerah zona merah bencana alam, sehingga alam lebih kuat karena ditanam pohon dengan akar yang kuat,” ujar Bupati. (mdk/ray)

Baca juga:
Pancaroba Segera Datang, Pemkot Bandung Beri Tips Ini agar Warga Selamat dari Bencana
Masuk Daerah Rawan Banjir, Jayawijaya Belum Memiliki Desa Siaga Bencana
Sungai Cikambuy Rangkasbitung Meluap, Belasan Rumah dan Satu Ponpes Teredam Banjir
Wagub Riza Sebut Banjir Cipinang Melayu Disebabkan Pembangunan GBK
Operasi SAR Pencarian Korban Seroja di NTT Diperpanjang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami